|
Kejagung resmi menahan Ridwan Djamaluddin (RJ), eks Dirjen Minerba Kementerian ESDM dalam |
NEUMEDIA.ID – Tim Penyidik
Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan Ridwan Djamaluddin (RJ), eks Dirjen
Minerba Kementerian ESDM dalam kasus dugaan korupsi penjualan ore nikel PT
Antam Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu, 9 Agustus 2023.
Selain Ridwan, Kejagung juga menahan
HJ, Sub Koordinator Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Kementerian ESDM yang
juga berstatus sebagai tersangka dalam kasus serupa.
“Untuk mempercepat proses penyidikan,
tersangka RJ dan HJ ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejagung
selama 20 hari terhitung 9 – 28 Agustus 2023,” ujar Kepala Pusat Penerangan
Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumendana dalam keterangan resminya dikutip neumedia.id, Kamis, 10 Agustus 2023.
Ketut menjelaskan peran Ridwan dan HJ dalam
kasus tersebut. Mereka memberikan satu kebijakan terkait dengan Blok Mandiodo. Dengan
penetapan RJ dan HJ sebagai tersangka, maka Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi
Sulawesi Tenggara telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus tersebutt.
Mereka dari PT Antam Tbk, PT Lawu
Agung Minin, PT Kabaena Kromit Pratama dan beberapa pejabat dari Kemennterian
ESDM. Para tersangka itu mengakibatan kerugian negara dengan jumlah mencapai Rp
5,7 triliun.
Profil
Ridwan Djamaluddin
Ridwan Djamaluddin menjabat sebagai
Dirjen Minerba Kementerian ESDM selama tiga tahun. Ini terhitung sejak 2020
hingga 2023 karena telah memasuki masa pensiun. Sebelum masa jabatannya sebagai
Dirjen Minerba berakhir, Ridwan juga merangkap jabatan sebagai Penjabat (PJ)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 12 Mei 2022.
Ridwan dilantik sebagai PJ Gubernur
Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan posisi Gubernur Definitif Erzaldi
Rosman yang telah berakhir masa jabatannya.
Ia juga pernah menjabat sebagai
Komisaris Holding BUMN Pertambangan MIND ID dan baru saja dicopot dari
jabatannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2023 lalu.
Sebelum menjabat sebagai Dirjen
Minerba, Ridwan juga sempat menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi
Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan
Investasi.
Karir Ridwan moncer setelah berkarir
di Kementerian yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.
Ridwan merupakan lulusan Teknik
Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1989. Ia melanjutkan
studinya di Magister Geomorfologi ITC Belanda (1993.
Setelah itu, ia berhasil mendapat gelar Doktor Geografi di texas
A&M University Amerika Serikat pada (1999). Ridwan juga pernah menjabat
sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IATGI). (**/ofi)







