Minimalisir Polusi Udara, BRIN Sebar 800 Kilogram Garam di Langit Jabodetabek

- Editorial Team

Senin, 21 Agustus 2023 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Petugas Badan
Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai menerapkan teknologi modifikasi cuaca
(TMC) di wilayah Jabodetabek. Foto:BRIN 

NEUMEDIA.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
mulai menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan menaburkan 800
kilogram garam semai di langit Jabodetabek. Pelaksanaan satu sorti penerbangan
penyemaian itu berlangsung di ketinggian 9.000-10.000 kaki pada pukul 14.15 –
16.00 WIB, Sabtu lalu, 19 Agustus 2023. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Hasilnya dilaporkan wilayah Ciomas ke
arah Gunung Salak terpantau mendung pada Sabtu sore (jelang maghrib). Sedangkan
hujan dengan intensitas ringan berkisar 17.27 hingga 19.51 WIB di Bogor Barat,
Bogor Selatan, Bojong Gede, Kemang, dan Tenjolaya.


Sementara daerah Dramaga, Ciomas,
Tamansari, Cijeruk, dan Cigombong juga dilaporkan mengalami hujan dengan
intensitas sedang. Daerah lain Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Nanggung
terjadi hujan ringan pada 19.00 – 21.00 WIB.


Koordinator Laboratorium
Pengelolaan TMC BRIN, Budi Harsoyo mengatakan bahwa target penyemaian yang baru
kali pertama dilakukan itu ada di empat lokasi. Pertama, di wilayah Kabupaten
Cianjur, Depok, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

“Tujuannnya mengurangi polutan di
daerah tertentu dengan menjatuhkan atau mengguyurnya dengan air hujan,” ujar
dia dikutip Neumedia dari keterangan
tertulisnya, Senin, 21 Agustus 2023.

Namun, Budi melanjutkan, jika hal
tersebut tidak memungkinka  maka TMC menargetkan  “mengganggu
” stabilitas atmosfer. 
Caranya dengan  menaburkan bahan
semai dalam bentuk dry ice atau es
kering di ketinggian tertentu di udara. Di situ terdapat semacam hamparan awan
serupa karpet panjang. 

Hal itu terjadi  karena tidak
adanya perbedaan temperatur di titik ketinggian tersebut atau isotherm yang
kemudian menimbulkan lapisan inversi.


“Nah, ini yang akan kita ganggu,
dibuka ibaratnya, sehingga kumpulan-kumpulan polutan yang terkungkung di
sekitar wilayah Jakarta bisa terus naik ke atas, ” papar Budi. 


Kendati demikian, metode TMC tanpa
hujan tersebut memerlukan persiapan matang. Untuk saat ini lanjut Budi, 
pihaknya belum siap, masih perlu mendesain dan membuat konsul untuk menempatkan
dry ice di didalam kabin pesawat. 


“Dry ice ini yaitu CO2. Jika
packaging dan handling di pesawat sembarangan, kru bisa kehabisan oksigen atau
hypoksia, ” ujarnya. 


Menurut Budi, ada satu alternatif
bahan semai lain yang bisa dicoba dan lebih memungkinkan untuk
diimplementasikan, yaitu menggunakan kapur tohor. Bedanya, kalau dry ice
mengkondisikan udara agar menjadi lebih dingin, sementara dengan kapur tohor
sebaliknya, mengkondisikan udara menjadi lebih panas. 


“Tapi prinsipnya sama,
mengkondisikan suhu di lapisan isotherm pada ketinggian tertentu untuk mengganggu
kestabilan atmosfer,” ujar Budi.
(**/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:33 WIB

Seru! Forkopimcam Jiwan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:24 WIB

Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:32 WIB

Sepasma Jadi Ruang Curhat UMKM, Bincang Ekraf Dorong Lahirnya One Village One Creative Hub

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

Ziarahi Makam Para Bupati Terdahulu, Bupati Hari Wuryanto: Jangan Pernah Lupakan Jasa Leluhur

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:16 WIB

Wow! Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Kabupaten Madiun 

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:09 WIB

Jawab Sorotan 7 Fraksi DPRD, Bupati Madiun Tegaskan SILPA Rp210,9 Miliar Berasal dari Surplus Pendapatan dan Efisiensi Belanja

Senin, 29 Juni 2026 - 17:34 WIB

Hadir Lindungi Hak Anak, Kejari Kabupaten Madiun Daftarkan Penetapan Perwalian Dua Anak 

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:01 WIB

SiLPA Rp210,9 Miliar Jadi Sorotan, 7 Fraksi DPRD Minta Pemkab Madiun Beri Penjelasan

Berita Terbaru