Menteri Bahlil Sebut Proyek Rempang Eco-City Tak Gunakan APBN

- Editorial Team

Selasa, 3 Oktober 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Menteri Investasi /Kepala
BKPM Bahlil Lahadilia. Foto: dpmpt.kulonprogokab.go.id

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, JAKARTA – Komisi VI DPR RI menggelar
rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil
Lahadilia dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Gedung Nusantara I, Senayan,
Jakarta, Senin (21/10/2023).

 

Pertemuan itu membahas tindak lanjut permasalahan lahan di
Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau yang disiapkan sebagai kawasan industri
Eco-City. Dalam forum itu, Komisi yang membidangi industri, investasi, dan
persaingan usaha itu meminta Kementerian Investasi dan BP Batam membuat skema
penyelesaian masalah secara menyeluruh yang bisa diterima semua pihak.

 

Lebih lanjut, dalam melakukan sosialisasi, pendataan dan
pendaftaran masyarakat terdampak agar dilakukan secara humanis. “Dengan
melibatkan tokoh masyarakat serta aparat pemerintah daerah,” ujar Wakil
Ketua Komisi VI Sarmuji.

 

Selain itu, Komisi VI juga
meminta BP Batam dalam pelaksanaan implementasi yang mengundang investor asing
ke Indonesia agar menggunakan asas equal treatment. Proyek
investasi Rempang Eco-City akan disiapkan sebagai kawasan industri,
perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya
saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.

 

Menteri Investasi Bahlil
Lahadalia mengatakan proyek Rempang Eco City tidak akan menggunakan anggaran
pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurut Bahlil, proyek ini murni bisnis.

 

“Tidak seperti kereta cepat,
ini riil bisnis yang dilakukan antara badan usaha milik swasta (BUMS) dengan
BUMS internasional,” ucap Bahlil.

 

Perkara APBN ini memang sempat
disinggung anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nevi
Zuairina. Nevi meminta ketegasan Bahlil soal proyek ini. Sebab, ia tak ingin
Rempang Eco City seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang pada
akhirnya menggunakan APBN.  (*/ofi)

 

 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WIB

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:30 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Berita Terbaru