Kritik Faisal Basri : “Yang Paling Banyak Merugikan Keuangan Negara Itu ya Pak Jokowi”

- Editorial Team

Selasa, 8 Agustus 2023 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ekonom senior Faisal Basri. Foto:Tangkapan layar YouTube ASANESIA TV 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Sebuah potongan
video dengan narasumber Faisal Basri yang mengkritik kebijakan pemerintah
Indonesia tengah ramai di media sosial Twitter yang kini telah berganti X.
Hingga Selasa sore, 8 Agustus 2023, potongan video yang diunggah pada 31 Juli
2023 telah mencapai 169 ribu tayangan dan 1.891 suka.


Berdasarkan penelusuran neumedia.id, potongan video itu
merupakan bagian dari acara diskusi publik yang diunggah Kanal YouTube ASANESIA
TV pada 21 Oktober 2022. Video itu berjudul LIVE | Diskusi Publik Seri 1:
Indonesia dan Ancaman Krisis Ekonomi Global.


Dalam acara diskusi publik itu dihadiri
sejumlah tokoh. Ini seperti Ekonom Senior dari Universitas Indonesia, Faisal
Basri dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011 – 2015, Abraham
Samad.


Pada kesempatan itu, Faisal Basri
mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tentang ekspor bijih
nikel. Menurut dia, Jokowi menyamakan antara bijih nikel dengan bijih timah.


“Bijih timah sudah dilarang dari dulu,
tapi dia justru melarang ekspor ingot, batang timah yang sudah 70 persen jadi.
Yang mau kita ekspor itu timah batangan, itu yang mau dilarang,” ujar Faisal
Basri pada menit 2:13:00 di video tersebut.


Jika timah batangan dilarang ekspor,
maka bagaimana dengan penyalurannya oleh PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. “Belum
ada industri, cuma lima persen,” kata dia.


Terkait dengan ekspor bijih nikel ke
perusahaan-perusahaan China, Faisal Basri menyatakan dapat merugikan Indonesia.
Sebab, harga jualnya hanya 34 dollar. Padahal di Shanghai, bijih nikel itu
dijual dengan harga 80 dollar.


 “Yang paling banyak merugikan keuangan negara
itu ya Pak Jokowi. 90 persen produksnya
(nikel) dijual ke China, bebas bayar pajak 30 tahun, t***l itu namanya,
perkarakan saya silakan,” ujar Faisal Basri.


Ia juga menyatakan bahwa pendapatnya
tentang kerugian ekpor bijih nikel itu telah disampaikan hingga pembahasan
sidang kabinet. Namun demikian, pemerintah masih mengatakan yang sebaliknya ke
publik.


“Masih dipidatokan lagi,’kita dapat
rezeki nomplok (Rp) 450 triliun’. Kebohongan luar biasa itu. China yang dapat
450 triliunnya itu,” ungkap Faisal Basri.


Sementara itu, Presiden Jokowi menyatakan
bahwa hilirisasi industri menjadi salah satu langkah penting bagi Indonesia
untuk menjadi negara maju pada tahun 2045.


“Kalau itu bisa kita lakukan, kemudian
hilirisasi ini berhasil untuk semua mineral, perkebunan, pertanian, perikanan,
semuanya bisa dihilirisasi. Kalau hitung-hitungannya World Bank, McKinsey, IMF,
OECD, itu di 2040 sampai 2045, saya yakin ini bisa agak maju,” katanya dalam
sambutan saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Nasional Apindo
masa bakti 2023-2028 dikutip dari laman resmi Presiden RI.


Presiden melanjutkan, hilirisasi telah
menciptakan sejumlah dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Seperti
penciptaan lapangan kerja, Kepala Negara menyebut hilirisasi mampu membuka
kesempatan bagi para calon pekerja secara signifikan.


“Di Sulteng, sebelum hilirisasi, hanya
1.800 tenaga kerja yang terangkut di dalam pengolahan nikel. Setelah
hilirisasi, menjadi 71.500 tenaga kerja yang bisa bekerja karena adanya
hilirisasi nikel di Sulteng,” ujar Presiden.


Selanjutnya, hilirisasi juga
memberikan kontribusi besar pada pendapatan negara yang terus meningkat. Dulu
pada tahun 2014 sampai 2015, menurut Presiden pemerintah menghasilkan kurang
lebih Rp31 triliun dari ekspor bahan mentah. (**/ofi)


 

Sumber : Twitter, YouTube, laman resmi Presiden RI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:43 WIB

BTPN Syariah Gandeng Unipma Madiun, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Omzet dan Akses Pasar 

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:05 WIB

Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pekerja Informal Jadi Fokus Utama, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Perlindungan Jamsostek di Madiun Raya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Paripurna Hari Jadi ke 108 Kota Madiun, DPRD Dorong Program yang Berdampak Langsung bagi Rakyat 

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:40 WIB

Syukuri 12 Tahun Perjalanan, Aston Madiun Berbagi Sembako dan Santuni Panti Asuhan Lewat CSR “Gempita Rahayu”

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Berita Terbaru