| Kepala Dispendikbud Kabupaten Madiun Siti Zubaidah |
NEUMEDIA.ID, MADIUN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud)
Kabupaten Madiun Siti Zubaidah menginstruksikan kepada para guru maupun tenaga
kependidikan meningkatkan pemantanauan siswa di sekolah.
Langkah ini untuk mengantisipasi
terjadinya tindak kekerasaan antarpelajar seperti yang diduga terjadi di SMPN 1
Pilangkenceng belum lama ini. “Peningkatan pengawasannya bermacam-macam,
mungkin setiap jam istirahat bapak atau ibu keliling di (lingkungan) sekolah,”
ujar dia kepada wartawan, Kamis, 27 Juli 2023.
Menurut dia, tanggungjawab guru
tidak sebatas ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas. Namun,
juga ketiga jam istirahat maupun selama kegiatan lain yang berlangsung di
sekolah. “(Pengawasan) tidak hanya saat pembelajaran, tapi di luar jam
(mengajar) bapak atau ibu guru (seharusnya) melakukan pengawasan,” ujar mantan
Camat Geger ini.
Dengan pengawasan itu, ia
melanjutkan, dapat mengantisipasi lebih dini terjadinya keributan antarpelajar
yang sama-sama masih remaja. Ketika potensi kesalahpahaman yang dapat berujung
kepada tindak kekerasan, maka dapat segera ditangani.
Apabila tindak kekerasan telah
terjadi, maka pihak sekolah berwenang melakukan mediasi. Tujuannya agar
permasalahan tidak semakin membesar. Hingga akhirnya dapat berujung ke jalur
hukum yang nantinya berdampak pada psikologis dan pembelajaran anak.
Langkah mediasi, ia menyatakan juga
telah dilakukan antara pihak sekolah dengan orang tua siswa yang terlibat dalam
dugaan pengeroyokan di SMPN 1 Pilangkenceng. “Insya Allah sudah klir,” ucap
Siti.
Diberitakan sebelumnya, dugaan
tindak kekerasan antar remaja terjadi di SMP Negeri 1 Pilangkenceng, Kabupaten
Madiun, Jawa Timur. Seorang siswa baru atau kelas 7 sekolah itu dikabarkan
menjadi korban pengeroyokan oleh seniornya, Senin, 24 Juli 2023.
Informasi ihwal dugaan
pengeroyokan antar pelajar itu telah menyebar melalui pesan berantai di grup
WhatsApp. Jurnalis Neumedia.id yang
juga menerima kabar itu berusaha mengonfirmasikannya kepada pihak sekolah
setempat, Selasa, 25 Juni 2023.
Kepala SMP Negeri 1
Pilangkenceng, Sumarjono membenarkan terjadinya dugaan tindak kekerasan
antaranak di lembaga pendidikan yang dipimpin. Ia lantas menceritakan
kronologis kejadian yang berlangsung di depan kelas dan depan ruang usaha kesehatan
sekolah (UKS).
Sekitar pukul 11.00 WIB, Senin
kemarin seluruh siswa mengikuti kegiatan
kerja bakti yang merupakan bagian dari masa pengenalan lingkungan sekolah
(MPLS). “Korban bermain lempar-lemparan tali pandu PMR (Palang Merah Remaja)
bersama teman-temannya. Tali itu mengenai salah satu siswa yang baru disunat,”
Sumarjono menjelaskan.(ant/ofi)






