Bumi Kian Panas, Begini Kata Kepala BMKG

- Editorial Team

Jumat, 18 Agustus 2023 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto:instagram.com/dwikoritakarnawati

NEUMEDIA.ID – Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tentang kenaikan suhu terus
mengalami lonjakan. Bahkan, sejak 2015 hingga 2022 tercatat sebagai tahun
terpanas sepanjang sejarah pasca Revolusi Industri. Suhu udara permukaan dapat meloncat di akhir tahun 2100 atau akhir abad 21
nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Hal itu berdasarkan komposit data
seluruh dunia yang dikumpulkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia. Bahkan, kenaikan
suhu menjadi 3,5 derajat Celcius dibandingkan masa sebelum Revolusi Industri. Kondisi
ini berlangsung secara global, termasuk di seluruh pulau-pulau besar di
Indonesia.


“Kita perlu melakukan mitigasi, yaitu
upaya menekan laju kenaikan temperatur,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
dalam keterangan resminya yang dikutip Neumedia.id,
Jumat, 18 Agustus 2023.


Cara menekan laju temperatur dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui penerapan teknologi yang
perlu digalakkan oleh mahasiswa fakultas teknis di setiap kampus. Mereka dapat
dilibatkan dalam penelitian hingga membuat piranti yang dapat menekan suhu bumi
yang kian memanas.


 Apalagi, informasi terkait pemanasan global
mudah diakses. Ini dengan adanya 33 stasiun pengawas atmosfer global. Satu di
antaranya ada di BMKG, yaitu di tengah hutan di Bukit Kototabang, Sumatera
Barat.


BMKG memonitor gas rumah kaca di
lokasi yang belum tercemar tersebut. Data BMKG menunjukkan adanya lonjakan
konsentrasi gas rumah kaca mulai 1996-2023, yang kenaikannya sudah hampir
mencapai 40 ppm.


“Itulah kondisi kita saat ini, seluruh
umat di dunia mestinya mengetahui perubahan iklim global, dan harus memiliki
tanggungjawab untuk mengendalikan laju gas rumah kaca” terangnya.

Perubahan iklim global mengakibatkan
terjadinya bencana alam di seluruh negara. Kejadian bencana alam basah dan
bencana alam kering bisa terjadi bersamaan.


Tren kejadiannya semakin meningkat dan
frekuensi kejadiannya semakin sering. Studi menunjukkan inilah ciri-ciri dampak
dari perubahan iklim. Selain perubahan iklim, Dwikorita juga menyoroti
pentingnya kesiapsiagaan bencana, salah satunya dengan rutin melakukan gladi
posko.


Gladi posko bertujuan meningkatkan
kapasitas agar cekatan dan mampu menolong diri sendiri serta orang yang ada di
sekitar ketika bencana terjadi.


Seperti di Jepang yang sudah
menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya. Penting juga membuat peta-peta rute
evakuasi, agar semua orang memiliki peluang untuk selamat dalam keadaan
darurat. (*/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia
Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin
Tri dan 1.000 Guru Foundation Salurkan 1.000 Router ke Sekolah Terpencil Lewat Program Sedekah Kuota
Buah Manis Pendekatan Humanis TNI, Satu Lagi Anggota OPM Kembali ke Pangkuan NKRI
Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia, Selamat Jalan Sang Legenda!
Megawati Tunda Kepala Daerah PDIP Ikuti Retret, Begini Respon Budiman Sudjatmiko
Aktivis HAM Haris Azhar Kawal Gugatan Warga Ponorogo terhadap BRI
Isu Elit Partai Diduga Punya Simpanan Waria Jadi Sorotan, Muncul Inisial AW

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WIB

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:30 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Berita Terbaru