![]() |
| Logo beasiswa LPDP. Foto:siswamedia.com |
NEUMEDIA.ID –
Beasiswa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) seringkali menuai pro
dan kontra. Sebab, sejumlah dari penerima fasilitas dari negara itu menolak
pulang ke Tanah Air karena beberapa alasan.
Kondisi ini membuat Presiden Joko Widodo(Jokowi) bersikap. Orang
nomor satu di pemerintahan ini meminta para mahasiswa penerima beasiswa LPDP ke
luar negeri kembali ke Indonesia setelah masa belajarnya rampung.
“Yang paling penting saya titip, pulang! Pulang! Pulang! Meskipun
gaji di sini mungkin lebih rendah sedikit, tetap pulang!. Meskipun mungkin fasilitas enak di negara lain, tetap
pulang!” ujar Jokowi dikutip dari keterangan resminya, Senin, 7 Agustus 2023.
Pernyataan itu mengemuka lantaran para penerima beasiswa LPDP
merupakan sumber daya manusia yang dibutuhkan negara. Terutama dalam mewujudkan
Indonesia maju yang peluangnya kurang lebih hingga tahun 2038.
Pendapat Jokowi berbanding terbalik
dengan yang disampaikan Anies Baswedan. Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan
bahwa para penerima beasiswa LPDP tidak perlu buru-buru pulang ketika masa
belajarnya rampung.
“Jangan pulang, cepat-tepat. Pratical thinking, bangun jaringan,
perluas wawasan, punya pengalaman,” ujar Anies dikutip dari video kanal YouTube
Rhenald Kasali.
Ia berharap agar banyak mahasiswa Indonesia yang
memiliki kesempatan belajar di luar negeri terus mengasah kemampuannya untuk
memiliki daya saing global. Dengan demikian, dapat menjadi generasi penerus
yang bekerja di organisasi global seperti Bank Dunia, PBB, dan sejenisnya.
“kita lagi butuh orang-orang Indonesia bekerja
di badan global” kata dia sembari menyatakan bahwa mahasiswa penerima program
LPDP ke luar negeri yang pulang ke Indonesia lebih banyak dibandingkan yang
bertahan di sana. (**/ofi)







