MADIUN, NEUMEDIA.ID – Bank Madiun memasuki babak baru perjalanan bisnisnya. Lembaga keuangan milik daerah tersebut resmi berganti nomenklatur dan badan hukum menjadi PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Daerah Kabupaten Madiun Perseroda.
Perubahan yang efektif dipublikasikan pada 20 Oktober 2026 itu menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Madiun, Velly Murdianto, menjelaskan bahwa perubahan menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri perbankan.
“Perubahan nomenklatur dan badan hukum menjadi Perseroda ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan Bank Madiun. Kami ingin terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan agar semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Velly, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, transformasi tersebut tidak sekadar menyangkut perubahan nama dan badan hukum. Bank Madiun juga melakukan pembaruan identitas perusahaan dengan tetap mempertahankan karakter pelayanan yang dekat dengan masyarakat.
Hal itu tercermin melalui tema transformasi yang diusung, yakni “Harmoni Tradisi dan Digitalisasi, Mengiringi Transformasi Menguatkan Sinergi.”
Tema tersebut menggambarkan upaya perusahaan memadukan nilai-nilai kearifan lokal dengan perkembangan teknologi perbankan. Tradisi pelayanan yang mengedepankan kekeluargaan dan kedekatan dengan masyarakat kecil serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dipertahankan.
Di sisi lain, digitalisasi terus didorong untuk memodernisasi sistem perbankan, mempercepat transaksi, dan memberikan kemudahan akses layanan kepada nasabah.
“Kami tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan Bank Madiun. Namun, di sisi lain, digitalisasi juga harus terus dikembangkan agar layanan perbankan semakin cepat, mudah, dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Sejalan dengan transformasi tersebut, Bank Madiun juga memperkenalkan tagline baru, “Profesional, Berintegritas, Tumbuh Bersama.”
Tagline ini menjadi representasi arah dan komitmen perusahaan ke depan. Profesionalisme diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan, efisiensi operasional, serta keandalan teknologi informasi.
Sementara nilai integritas menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, kepatuhan terhadap regulasi, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Adapun semangat tumbuh bersama menggambarkan komitmen Bank Madiun untuk berkembang seiring dengan peningkatan kesejahteraan nasabah dan masyarakat. Salah satunya melalui layanan tabungan, deposito, serta pembiayaan yang menyasar kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM.
“Prinsip kami adalah tumbuh bersama. Kemajuan Bank Madiun harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pelaku UMKM dan penguatan ekonomi daerah tetap menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan,” tegas Velly.
Untuk memperkuat identitas merek sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat, Bank Madiun turut meluncurkan maskot resmi bernama Kangmas Nimas BAMA.
Kedua karakter tersebut dirancang dengan mengadopsi pakaian khas Kabupaten Madiun sebagai bentuk pengenalan sekaligus kebanggaan terhadap budaya lokal.
Kangmas BAMA merepresentasikan ketegasan, profesionalisme, dan pengayoman. Sedangkan Nimas BAMA menggambarkan keramahan, ketelitian, kehangatan pelayanan, serta keanggunan tradisi lokal.
Kehadiran maskot ini tidak hanya menjadi identitas visual perusahaan. Bank Madiun juga ingin memanfaatkannya sebagai media edukasi dan informasi literasi keuangan dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan mudah diterima berbagai kalangan.
Melalui rangkaian transformasi tersebut, Bank Madiun berkomitmen memperkuat perannya sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah. Dengan identitas baru, penguatan tata kelola, serta pengembangan layanan berbasis digital, perusahaan menargetkan hadirnya inovasi produk dan layanan perbankan yang semakin kompetitif.
Bank Madiun juga memastikan proses peralihan nama dan badan hukum tidak mengganggu kenyamanan, keamanan, maupun keberlangsungan transaksi nasabah. (*/ant/red)






