MADIUN, NEUMEDIA.ID – Persoalan penerangan jalan umum (PJU), bantuan peternakan, hingga serangan hama tikus yang berulang kali menyebabkan petani gagal panen menjadi sejumlah aspirasi warga dalam reses anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Madiun, Yuyun Andri Purwitosari, di Pendopo Graha Amurwa Bhumi, Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (25/10/2026).
Reses anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Wungu, Kare, dan Gemarang itu dihadiri lebih dari 50 orang warga. Mereka menyampaikan beragam kebutuhan, mulai dari infrastruktur dasar, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga dukungan bagi sektor pertanian dan peternakan.
Di hadapan warga, Yuyun menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya hanya menunggu dan menikmati hasil pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Dia meminta warga aktif menyampaikan aspirasi agar kebutuhan di lingkungan masing-masing bisa diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya tidak ingin masyarakat hanya menikmati hasil pokir. Masyarakat juga harus aktif menyampaikan usulan atau aspirasinya, sehingga kebutuhan yang benar-benar diperlukan bisa kami tampung dan perjuangkan,” ujarnya.

Sejumlah warga mengapresiasi perbaikan jalan yang telah direalisasikan. Namun, mereka berharap pembangunan infrastruktur dilanjutkan dengan pemasangan PJU agar akses jalan lebih terang dan nyaman digunakan masyarakat.
Di sektor peternakan, warga mengusulkan bantuan sapi, bibit lele, terpal untuk kolam, serta mesin fermentasi pakan berikut kandang ternak. Pengembangan budidaya mentok dan lele dinilai berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa budidaya mentok di wilayah Kare telah memiliki jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan koperasi. Hasil ternak petani diambil koperasi setiap dua hingga tiga bulan.
Selain peternakan, masyarakat meminta bantuan bibit tanaman palawija, termasuk cabai, tomat, dan terong. Dukungan tersebut diharapkan membantu petani mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Persoalan air bersih yang belum mengalir lancar juga menjadi keluhan warga. Mereka turut mengusulkan bantuan untuk pelaku UMKM, penyediaan bedak atau lapak untuk berjualan, serta realisasi perbaikan lapangan sepak bola.
Warga juga mengajukan bantuan terop untuk keperluan warga yang meninggal dunia sebagai sarana pendukung kegiatan sosial kemasyarakatan.
Persoalan yang tak kalah penting adalah serangan hama tikus yang menyebabkan petani beberapa kali mengalami gagal panen.
Warga berharap ada bantuan untuk mengendalikan populasi hama tersebut, baik melalui penyediaan obat pembasmi tikus maupun sarana pengendalian lain yang aman dan sesuai ketentuan.
Keluhan itu menjadi perhatian karena serangan hama berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan upaya menjaga ketahanan pangan. Warga berharap dukungan nyata bisa diberikan agar hasil panen berikutnya lebih terjamin.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan terima kasih atas bantuan listrik yang sebelumnya telah diterima.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Yuyun mengatakan seluruh usulan akan ditampung dan dibawa ke DPRD Kabupaten Madiun untuk ditindaklanjuti melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Dia meminta warga menuliskan setiap usulan dan membubuhkan tanda tangan agar proses administrasi dan tindak lanjutnya lebih mudah dilakukan.
Yuyun juga menyatakan siap membantu masyarakat yang belum memahami prosedur pengajuan proposal. Dia akan mengoptimalkan peran tenaga ahlinya untuk mendampingi warga menyiapkan dokumen sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami ingin memastikan persyaratan yang dibutuhkan terpenuhi, sehingga usulan bisa diproses sesuai mekanisme dan berpeluang direalisasikan,” jelasnya.
Menurut Yuyun, aspirasi dalam reses kali ini akan diusulkan sebagai pokir DPRD untuk tahun anggaran 2027. Jika mengikuti tahapan perencanaan dan mekanisme yang berlaku, realisasinya diperkirakan dapat berlangsung pada pertengahan tahun depan.
Meski demikian, realisasi setiap usulan tetap bergantung pada proses perencanaan, pemenuhan persyaratan, serta kemampuan anggaran daerah.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan reses tersebut diisi pemaparan materi tentang Ketahanan Pangan di Era Digital oleh narasumber Mujiono. Materi itu menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan di tengah perkembangan teknologi. (ant/red/adv)






