MADIUN, NEUMEDIA.ID – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Selain menuntaskan konsolidasi organisasi pada 2026, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan penambahan kursi DPRD Kabupaten Madiun dari perolehan saat ini sebanyak delapan kursi.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, saat tasyakuran HUT ke-62 Partai Golkar di kantor DPD Golkar Kabupaten Madiun, Selasa (20/10/2026).
Mashudi mengatakan, penguatan internal menjadi langkah awal sebelum partai memasuki tahapan persiapan pemenangan pemilu pada 2027. Konsolidasi kepengurusan mulai tingkat DPD, kecamatan, desa hingga organisasi sayap ditargetkan rampung tahun ini.
“Sekarang kami mulai dari internal dulu. Tahun 2026 ini tahun konsolidasi. Setelah semuanya selesai, pada 2027 kami akan masuk ke proses pemenangan,” ujarnya.
Meski belum menyebut angka pasti target penambahan kursi, Mashudi menegaskan bahwa Golkar telah menerima arahan pimpinan untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, Golkar juga mulai membidik pemilih muda, khususnya Generasi Z dan milenial. Salah satu pendekatan yang dilakukan melalui kegiatan olahraga, termasuk turnamen mini soccer yang melibatkan pelajar.
Menurut Mashudi, pendekatan kepada generasi muda perlu diawali dengan memahami minat dan kebutuhan mereka. Partai akan memetakan kebutuhan tersebut sebelum menentukan program yang akan dijalankan.
“Kami harus tahu dulu apa yang mereka inginkan. Setelah dipetakan, baru kami menjalankan kegiatan yang sesuai,” jelasnya.
Ia menyebut komposisi kepengurusan Golkar Kabupaten Madiun saat ini telah melibatkan sekitar 40–60 persen generasi muda. Sementara itu, keterwakilan perempuan diklaim telah melampaui 30 persen.
Di luar agenda politik, Mashudi menegaskan Golkar akan mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak kepada masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah percepatan pengadaan mobil ambulans atau mobil jenazah untuk wilayah Kabupaten Madiun. Ia mengusulkan agar program tersebut dapat diselesaikan pada 2027, sehingga pemerintah daerah memiliki waktu lebih luas untuk menangani kebutuhan pembangunan lainnya.
“Dalam rapat pleno fraksi, saya mengusulkan agar program itu bisa dituntaskan pada 2027,” katanya.
Mashudi mengakui keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas. Karena itu, menurut dia, program yang dinilai mendesak perlu mendapat perhatian agar anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Kabupaten Madiun yang juga Bupati Madiun, Hari Wuryanto, berharap Golkar terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan.
Ia menegaskan, sesuai pesan Ketua Umum Partai Golkar, partai harus tetap bersama rakyat untuk mendorong kemajuan Indonesia sekaligus menyiapkan generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Dia juga mengapresiasi komitmen Fraksi Golkar dalam mendukung program pemerintah daerah. Ia berharap dukungan tersebut diwujudkan melalui rekomendasi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau rekomendasi yang disampaikan benar-benar berpihak kepada rakyat, insyaallah akan kami tindak lanjuti,” ujar Hariwur, sapaan akrabnya.
Menurut Hariwur, Kabupaten Madiun telah menunjukkan perkembangan dalam kesejahteraan masyarakat. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mendorong peningkatan kesejahteraan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.
Tasyakuran di kantor DPD Golkar Kabupaten Madiun menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-62 partai tersebut. Agenda peringatan akan berlanjut hingga Desember.
Di tingkat daerah, Golkar Kabupaten Madiun berencana menggelar kegiatan sosial berupa bakti sosial atau santunan. Jadwal dan bentuk kegiatan masih akan disesuaikan dengan agenda organisasi. (ant/red)






