MADIUN, NEUMEDIA.ID – Masyarakat yang ingin menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta waspada terhadap penipuan berkedok rekrutmen. KAI menegaskan, seluruh proses penerimaan pegawai tidak dipungut biaya dan kelulusan ditentukan berdasarkan kompetensi serta hasil seleksi, bukan melalui bantuan atau perantara tertentu.
Peringatan tersebut disampaikan PT KAI Daop 7 Madiun di tengah pelaksanaan tes psikologi rekrutmen eksternal 2026 untuk pelamar tingkat SLTA, D3, dan D4/S1 di Grha Wana Java Perhutani, Madiun, Selasa (20/10/2026).
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang atau mengaku memiliki akses untuk memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak percaya kepada oknum atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI tidak dipungut biaya apa pun,” tegas Tohari.
Menurutnya, tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, maupun biaya penggantian akomodasi dan transportasi kepada pihak penyelenggara rekrutmen.
Selain iming-iming kelulusan, calon pelamar juga diminta mewaspadai modus penipuan yang mewajibkan peserta memesan tiket transportasi atau hotel melalui agen perjalanan tertentu dengan dalih sebagai bagian dari tahapan rekrutmen.
Untuk menghindari jebakan tersebut, KAI meminta masyarakat mengakses informasi lowongan dan pendaftaran secara mandiri melalui situs resmi karier.kai.id. KAI juga tidak menerima berkas lamaran fisik melalui pos atau instansi lain di luar ketentuan situs resmi.
Adapun tahapan rekrutmen meliputi seleksi administrasi, tes kesehatan awal, tes psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir, hingga pendidikan dan pelatihan. Hasil seleksi diumumkan melalui akun peserta di situs resmi KAI.
Sementara itu, Vice President KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, turut meninjau pelaksanaan tes psikologi. Dia mengingatkan peserta agar fokus, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta menjaga integritas selama mengikuti proses seleksi.
Sebanyak 581 peserta mengikuti tes psikologi setelah dinyatakan lolos dari 2.312 peserta pada tahap tes kesehatan awal.
KAI mengimbau masyarakat segera melakukan konfirmasi melalui saluran resmi perusahaan jika menemukan informasi atau tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Masyarakat diharapkan tidak tergiur janji kelulusan berbayar yang justru berpotensi menimbulkan kerugian. (*/ant/red)






