MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pengurus baru DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031 mendapat pekerjaan rumah besar. Bukan sekadar memperkuat struktur dan konsolidasi internal, mereka dituntut membuktikan keberadaan partai melalui kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, saat mengukuhkan jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Madiun di Sun City Hotel Madiun, Sabtu (31/10/2026).
Gus Halim mengingatkan, pengukuhan kepengurusan bukanlah garis akhir perjuangan politik. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi titik awal bagi seluruh pengurus untuk segera bergerak membesarkan partai.
“Nek wes dilantik ojo lali ndang kerjo (kalau sudah dilantik jangan lupa segera bekerja). Itu yang harus dilakukan, tidak boleh nglokro,” tegasnya.
Namun, Gus Halim tidak hanya menuntut kecepatan kerja. Ia juga menyoroti dua hal mendasar yang wajib dipahami setiap kader, terutama kalangan pengurus muda.
Pertama, pemahaman terhadap sejarah kelahiran PKB. Menurutnya, partai tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menyimpan nilai perjuangan dan tanggung jawab politik.
Pemahaman sejarah itu dinilai penting agar pengurus tidak sekadar menempati jabatan struktural, tetapi juga memahami fondasi dan tujuan perjuangan partai.
Kedua, seluruh kader harus memahami keterkaitan nilai perjuangan PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU). Gus Halim menegaskan, keduanya memiliki orientasi yang sejalan, yakni menghadirkan kemaslahatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Tujuan NU dan PKB sama. Rahmatan lil alamin, kesejahteraan masyarakat, dan menjunjung tinggi asas kemanusiaan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa kebermanfaatan bagi masyarakat harus menjadi identitas sekaligus ukuran keberhasilan partai.
Menurutnya, PKB tidak boleh hanya muncul ketika memasuki tahun politik atau saat membutuhkan dukungan suara. Kehadiran partai harus bisa dirasakan ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari.
Ia mencontohkan, kader dan pengurus partai harus peka terhadap kesulitan petani mendapatkan pupuk, kebutuhan peternak terhadap pakan, hingga persoalan anak muda yang membutuhkan lapangan pekerjaan.
“Datang saat petani susah pupuk, saat peternak butuh pakan, saat anak muda butuh pekerjaan. Jangan jadi partai yang hanya datang saat pemilu. PKB harus bermanfaat,” tandas Dokter Pur, sapaan akrabnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Purnomo menilai soliditas organisasi menjadi modal utama. Seluruh jajaran pengurus diminta menjaga kekompakan, membangun komunikasi, dan menyatukan langkah agar tidak terjebak pada persoalan internal.
Baginya, partai harus mampu menciptakan keharmonisan di dalam organisasi sebelum berbicara lebih jauh tentang kontribusi bagi daerah.
“Kita harmonis dulu di internal, baru kita bisa mengharmoniskan Madiun,” pungkasnya. (ant/red)






