Gus Halim Lantik Pengurus PKB Madiun, Purnomo Hadi Ingatkan Kader Jangan Hanya Berburu Suara

- Editorial Team

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031 di Sun Hotel Madiun, Sabtu (31/10/2026)

Pengukuhan pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031 di Sun Hotel Madiun, Sabtu (31/10/2026)

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pengurus baru DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031 mendapat pekerjaan rumah besar. Bukan sekadar memperkuat struktur dan konsolidasi internal, mereka dituntut membuktikan keberadaan partai melalui kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, saat mengukuhkan jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Madiun di Sun City Hotel Madiun, Sabtu (31/10/2026).

Gus Halim mengingatkan, pengukuhan kepengurusan bukanlah garis akhir perjuangan politik. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi titik awal bagi seluruh pengurus untuk segera bergerak membesarkan partai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nek wes dilantik ojo lali ndang kerjo (kalau sudah dilantik jangan lupa segera bekerja). Itu yang harus dilakukan, tidak boleh nglokro,” tegasnya.

Namun, Gus Halim tidak hanya menuntut kecepatan kerja. Ia juga menyoroti dua hal mendasar yang wajib dipahami setiap kader, terutama kalangan pengurus muda.

Pertama, pemahaman terhadap sejarah kelahiran PKB. Menurutnya, partai tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menyimpan nilai perjuangan dan tanggung jawab politik.

Pemahaman sejarah itu dinilai penting agar pengurus tidak sekadar menempati jabatan struktural, tetapi juga memahami fondasi dan tujuan perjuangan partai.

Kedua, seluruh kader harus memahami keterkaitan nilai perjuangan PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU). Gus Halim menegaskan, keduanya memiliki orientasi yang sejalan, yakni menghadirkan kemaslahatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Tujuan NU dan PKB sama. Rahmatan lil alamin, kesejahteraan masyarakat, dan menjunjung tinggi asas kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa kebermanfaatan bagi masyarakat harus menjadi identitas sekaligus ukuran keberhasilan partai.

Menurutnya, PKB tidak boleh hanya muncul ketika memasuki tahun politik atau saat membutuhkan dukungan suara. Kehadiran partai harus bisa dirasakan ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari.

Ia mencontohkan, kader dan pengurus partai harus peka terhadap kesulitan petani mendapatkan pupuk, kebutuhan peternak terhadap pakan, hingga persoalan anak muda yang membutuhkan lapangan pekerjaan.

“Datang saat petani susah pupuk, saat peternak butuh pakan, saat anak muda butuh pekerjaan. Jangan jadi partai yang hanya datang saat pemilu. PKB harus bermanfaat,” tandas Dokter Pur, sapaan akrabnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Purnomo menilai soliditas organisasi menjadi modal utama. Seluruh jajaran pengurus diminta menjaga kekompakan, membangun komunikasi, dan menyatukan langkah agar tidak terjebak pada persoalan internal.

Baginya, partai harus mampu menciptakan keharmonisan di dalam organisasi sebelum berbicara lebih jauh tentang kontribusi bagi daerah.

“Kita harmonis dulu di internal, baru kita bisa mengharmoniskan Madiun,” pungkasnya. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

200 Juta Bibit Tanaman Disiapkan untuk Rehabilitasi Hutan Jawa
Dugaan Penyalahgunaan Beras SPHP Terungkap, BULOG Perketat Pengawasan Distribusi 
Ramp Check di Terminal Purboyo, Polisi Temukan APAR Bus Perlu Diperbarui
Temuan Rokok Ilegal Bakal Dilaporkan Real-Time, Operasional SIROLEG Disiapkan pada 2027
Polres Madiun Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Pemicu Kecelakaan
Reses Yuyun Andri Purwitosari, Warga Usul PJU, Bantuan Peternakan hingga Atasi Hama Tikus
Tak Pernah Dapat Sosialisasi Hingga Keluhkan Rumah Retak, Warga Tutup Akses Proyek Pabrik Sepatu di Madiun
Ingatkan Bahaya Penipuan dengan Iming-iming Kelulusan, Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Pegawai KAI Gratis 

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Gus Halim Lantik Pengurus PKB Madiun, Purnomo Hadi Ingatkan Kader Jangan Hanya Berburu Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

200 Juta Bibit Tanaman Disiapkan untuk Rehabilitasi Hutan Jawa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Beras SPHP Terungkap, BULOG Perketat Pengawasan Distribusi 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ramp Check di Terminal Purboyo, Polisi Temukan APAR Bus Perlu Diperbarui

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Polres Madiun Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Pemicu Kecelakaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Reses Yuyun Andri Purwitosari, Warga Usul PJU, Bantuan Peternakan hingga Atasi Hama Tikus

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Tak Pernah Dapat Sosialisasi Hingga Keluhkan Rumah Retak, Warga Tutup Akses Proyek Pabrik Sepatu di Madiun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Ingatkan Bahaya Penipuan dengan Iming-iming Kelulusan, Daop 7 Madiun Tegaskan Rekrutmen Pegawai KAI Gratis 

Berita Terbaru