MADIUN, NEUMEDIA.ID – Ancaman kebakaran di Kabupaten Madiun kian meningkat. Hingga akhir September atau pertengahan Oktober 2026, jumlah kejadian kebakaran tercatat mencapai 137 kasus, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 72 kejadian.
Kondisi tersebut mendorong Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 532 memperkuat kesiapsiagaan. Keduanya menggelar simulasi pemadaman kebakaran dalam rangkaian program Bahana Bersahaja di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Rabu (14/10/2026).
Dalam simulasi tersebut, personel dari kedua instansi menunjukkan kesigapan menangani situasi darurat. Dengan peralatan pemadam kebakaran lengkap, mereka memperagakan tahapan penanganan kebakaran, mulai dari kesiapan personel dan perlengkapan, pengoperasian peralatan, hingga penyemprotan air untuk menjinakkan api.
Kolaborasi berlangsung sigap dan terkoordinasi. Personel Damkar dan Yonif TP 532 menjalankan peran masing-masing untuk mendukung proses pemadaman. Simulasi ini sekaligus menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan kebakaran di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi peningkatan potensi kebakaran, terutama di tengah fenomena El Niño yang berdampak terhadap kondisi lingkungan.
“Sebagai gambaran, tahun lalu tercatat sekitar 72 kejadian kebakaran di Kabupaten Madiun. Sementara itu, hingga akhir September atau pertengahan Oktober tahun ini, jumlahnya sudah mencapai 137 kejadian. Peningkatannya cukup signifikan,” ujarnya.
Menurut Hariwur, peningkatan tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat kesiapan personel dan sarana penanganan kebakaran. Kehadiran Yonif TP 532 di Kabupaten Madiun juga diharapkan menambah kekuatan personel melalui sinergi dengan Damkar.
“Kami akan bersinergi dengan mereka agar tenaga yang tersedia semakin banyak untuk membantu penanganan kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Madiun,” jelasnya.
Selain memperkuat personel, Pemkab Madiun juga menata penempatan armada pemadam kebakaran untuk mempercepat jangkauan pelayanan.
Hari menjelaskan, armada Damkar untuk wilayah selatan ditempatkan di Ngeger. Sementara itu, armada wilayah tengah saat ini berada di Pendopo Muda Graha dan direncanakan dipindahkan ke Nglames.
Pemindahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendala akses kendaraan ketika berlangsung kegiatan di kawasan Alun-Alun Madiun. Adapun armada untuk wilayah utara ditempatkan di Caruban.
“Harapannya, ketika ada laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran bisa tiba di lokasi dalam waktu tidak lebih dari 15 menit sejak laporan diterima,” tegasnya.
Melalui simulasi dan penguatan sinergi tersebut, Pemkab Madiun berharap kesiapsiagaan menghadapi kebakaran semakin meningkat. Kolaborasi Damkar dan Yonif TP 532 diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan teknis personel, tetapi juga mendukung respons yang lebih cepat ketika kebakaran benar-benar terjadi. (ant/red/adv)






