Jembatan Desa Klumutan Masuk Prioritas Harmonis, Siap Dibangun Tahun Depan

- Editorial Team

Selasa, 3 Desember 2024 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Foto : istimewa for NEUMEDIA

Jembatan Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Foto : istimewa for NEUMEDIA

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Harapan warga Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun untuk memiliki jembatan yang layak akhirnya terwujud. Setelah lima tahun terbengkalai, jembatan yang menjadi penghubung vital aktivitas warga ini dipastikan akan dibangun pada 2025 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madiun.

Proyek pembangunan ini menjadi salah satu program prioritas pasangan Hari Wuryanto dan dr. Purnomo Hadi (Harmonis), yang unggul dalam Pilkada Kabupaten Madiun 2024 berdasarkan hasil real count internal. Komitmen tersebut tetap diwujudkan meskipun pasangan Harmonis hanya memperoleh sedikit suara di Desa Klumutan.

Dari 14 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Klumutan, pasangan Harmonis hanya unggul tipis di tiga TPS. Bahkan, di TPS 12, pasangan Madiun Menyala meraih 330 suara, jauh di atas Harmonis yang hanya mendapat 84 suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa infrastruktur seperti jembatan Desa Klumutan tetap menjadi prioritas pembangunan. Hal ini juga pernah ia sampaikan dalam debat Pilkada sesi ketiga.

“Jembatan Desa Klumutan adalah salah satu skala prioritas kami. Selain itu, pembangunan Pasar Dungus juga akan segera direalisasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat,” kata Hari Wuryanto, kala itu.

Kepastian pembangunan jembatan ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Gunawi. Ia menyebut bahwa anggaran sebesar Rp10,7 miliar telah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) tahun 2025.

“Sudah kami masukkan ke APBD 2025, dan alokasinya sekitar Rp10,7 miliar. Kami berharap prosesnya berjalan lancar sesuai rencana,” ungkap Gunawi, Senin (2/12/2024).

Selama bertahun-tahun, kondisi jembatan Desa Klumutan menjadi keluhan utama warga. Proposal dana hibah yang diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak membuahkan hasil. Sementara itu, kondisi jembatan terus memburuk, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan risiko tinggi.

Agus, salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan. “Bagian timur jembatan yang amblas hanya diberi penyangga besi. Tapi kekuatannya tidak meyakinkan, apalagi saat hujan. Tanahnya bisa saja bergerak dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan sebuah insiden di mana mobil terperosok saat melintasi jembatan. “Sudah ada papan peringatan, tapi tetap saja ada yang terjebak. Warga akhirnya bergotong royong untuk mengevakuasi mobil tersebut,” tambahnya.

Dengan rencana pembangunan ini, warga Desa Klumutan kini memiliki harapan besar untuk perbaikan aksesibilitas dan peningkatan perekonomian desa.

Langkah Hari Wuryanto dan Dinas PUPR ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen seorang pemimpin bukan hanya soal perolehan suara, tetapi juga tentang mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pembangunan jembatan Desa Klumutan tidak hanya akan menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi desa. Warga kini menantikan realisasi proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang mendesak. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fuso Dipo Madiun Pererat Kemitraan Lewat Buka Puasa Bersama Pelanggan
Belasan Pelaku Balap Liar di Pilangkenceng Dipanggil Bersama Orang Tua dan Diberi Pembinaan 
MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu
Insiden Maut di Rel Ganda Bancong, Daop 7 Klaim Tak Ada Kelalaian KAI dan Petugas Perlintasan dari Dishub Madiun
Terekam CCTV, Pria di Madiun Tewas Tertemper KA Jayakarta Diduga Sengaja Masuk Rel
Gempa Pacitan, 11 Kereta Api di Daop 7 Madiun Sempat Dihentikan Operasi
Longsor Galian Tanah di Magetan Tewaskan Pekerja, Polisi Lakukan Olah TKP
Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Sarangan–Cemorosewu, Polisi, BPBD, dan Warga Bergerak Cepat Buka Akses

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:02 WIB

DPRD Kota Madiun Dorong Tiga Raperda Inisiatif: Lindungi Tenaga Pendidik, Atur Banpol, Perkuat Trantibum

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:35 WIB

MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:41 WIB

Warga Nambangan Lor Pertanyakan Perizinan Gedung 8 Lantai RSI, DPRD Siap Panggil Manajemen

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:11 WIB

Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur

Senin, 16 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Jadi Berkah, Pedagang Bunga di Pasar Sleko Kebanjiran Order

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Plt Wali Kota Madiun Enggan Berkomentar Soal Kelanjutan Alih Fungsi TPA Winongo

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:11 WIB

Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB

Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun

Berita Terbaru