Terekam CCTV, Pria di Madiun Tewas Tertemper KA Jayakarta Diduga Sengaja Masuk Rel

- Editorial Team

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi jasad korban berlangsung hingga malam hari. Foto : Istimewa

Proses evakuasi jasad korban berlangsung hingga malam hari. Foto : Istimewa

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Seorang pria nekat melangkah ke jalur rel saat Kereta Api Jayakarta melintas di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (12/2/2026).

Detik-detik peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.55 WIB itu terekam jelas kamera pengawas. Pria itu berakhir tragis: korban tewas di lokasi.

Korban diketahui bernama Sugeng Hariadi (35), warga Dusun Pehrambak, Desa Bancong. Ia tertemper KA Jayakarta yang melaju dari arah timur ke barat di lintas ganda Caruban–Babadan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih sekadar kecelakaan, rekaman CCTV menunjukkan rangkaian gerakan yang mengarah pada dugaan aksi nekat. Saat palang pintu telah tertutup dan kendaraan mengantre di kedua sisi perlintasan, Sugeng terlihat berjalan sendiri menuju area steril rel. Ia sempat berdiri di antara dua jalur, lalu mengeluarkan telepon genggam dan mengarahkan kamera ke arah datangnya kereta.

Beberapa detik kemudian, ketika suara kereta semakin dekat, ia justru berpindah ke rel sisi utara—jalur yang tepat dilintasi KA Jayakarta. Tabrakan terjadi nyaris tanpa jeda.

Situasi di sekitar perlintasan saat itu terpantau normal. Pengendara sepeda motor dan warga menunggu di belakang palang. Namun dalam rekaman, tidak tampak adanya interaksi langsung yang mencegah korban berada di zona berbahaya.

Kapolsek Wonoasri AKP Eka Supriyadi menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga.

“Korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk motif masih kami dalami, termasuk keterangan saksi dan analisis rekaman CCTV,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Dugaan tekanan psikologis mencuat dari keterangan awal sejumlah saksi. Pada pagi hari sebelum kejadian, ibu korban dilaporkan meninggal dunia. Ayah korban juga disebut belum genap seratus hari wafat. Meski demikian, polisi menegaskan informasi tersebut masih bersifat awal dan belum dapat disimpulkan sebagai latar belakang pasti.

Evakuasi berlangsung hampir tiga jam. Petugas kepolisian, tim medis, dan relawan menyisir sepanjang rel guna memastikan penanganan tuntas sebelum jenazah dibawa ke rumah sakit.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan perlintasan sebidang—bukan hanya terhadap pelanggaran lalu lintas, tetapi juga tindakan berisiko tinggi yang berlangsung dalam hitungan detik. Aparat kini fokus merangkai kronologi utuh untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di balik tragedi sore itu. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir
Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia
3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional
DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga
Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru