![]() |
| Sate ayam Ponorogo. Foto:instagram.com/alfinazulfa91 |
NEUMEDIA.ID, PONOROGO – Selain dikenal karena kesenian reog,
Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ternyata memiliki segudang kuliner khas. Salah
satunya, sate ayam yang legendaris dan banyak dijual di seluruh wilayah
Indonesia hingga luar negeri.
Berbeda dengan sate nusantara
pada umumnya, potongan daging kuliner Ponorogo ini tipis dan memanjang. Sebab, teknik
pemotongannya dengan difilet. Ini berbeda dengan makanan serupa dari Madura
yang dipotong kotak menyerupai dadu.
Meski berbeda dari sisi penyajian,
namun sate dari Ponorogo dan Madura memiliki cerita yang terkait. Berdasarkan
ensklopedia dunia di situs Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM),
sate Ponorogo disebut menjadi makanan para warok (tokoh masyarakat/tokoh seni)
di sana.
Maka, sate dimungkinkan lebih
dulu dikembangkan warga Ponorogo sebelum Batoro Katong menjadi bupati pertama
di sana pada abad ke-15. Pada masa ini, Ponorogo masih disebut Wengker.
Suatu hari pada masa itu, Arya
Panoleh, penguasa di Sumenep berkunjung ke rumah Batoro Katong di Ponorogo. Saat
di sana, sang kakak, yaitu Batoro Katong menyuguhi makanan berbahan daging yang
ditusuk lidi dan dibumbui atau sate.
Kala itu, Arya Panoleh sempat
menolak lantaran sate masih asing baginya. Namun, setelah diberitahu oleh
Batoro Katong tentang para pendekar biasa mengonsumsi sate, Arya Panoleh
bersedia mencicipi.
Sate ayam Ponorogo berhasil
memikat Arya Panoleh. Hingga akhirnya, ia membuatnya setelah kembali ke
Sumenep. Hanya saja, bentuk dagingnya seperti bumbu dan bumbunya lebih pedas. Daging
ayam tetap ditusuk dengan lidi.
Merujuk dari asal kate, sate
berasal dari dialek Ponorogo, yaitu sak
biting (dibaca sak beteng) yang
mempunyai arti satu tusuk.
Kini, sate di Ponorogo terus
mengalami perkembangan. Bahkan, ada terdapat sentra sate terbesar di dunia. Lokasinya
di Gang Sate yang terletak di Jalan Lawu, Gang 1, Ponorogo. Penyematan sentra
sate ini tak lepas dari banyaknya penjual sate Ponorogo di tempat ini. (*/uma/ofi)
Berbagai sumber yang diolah







