 |
| Almarhum Jamaludin semasa hidup. Foto : instagram.com/alicia.rosalinda |
NEUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Maluku berupaya mempercepat pemulangan jenazah Jamaludin Maulana Rolobessy yang meninggal akibat tenggelam di Sungai Volga (berjarak sekitar 970 kilometer dari Kota Moskow) pada Senin, 26 Juni 2023.
Almarhum merupakan mahasiswa asal Maluku yang tengah menempuh pendidikan S1 Hubungan Internasional di Volgograd State University Rusia.
Dalam keterangannya, Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Moskow tentang rencana percepatan pemulangan jenazah Jamaludin.
Koordinasi juga dilakukan dengan pihak keluarga almarhum di Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah.
Pihak keluarga dinyatakan telah mengirim dokumen ke KBRI Moskow. Ini seperti KTP orang tua, kartu keluarga, surat keterangan tidak mampu, dan sebagainya.
Pengiriman surat-surat keterangan itu sebagai pelengkap administrasi untuk proses pemulangan jenazah dari ke tanah air.
Namun, pihak KBRI Moskow juga menunggu sertifikat kematian bagi anak pertama dari pasangan suami-istri Hairun Nasir dan Nurhidaya Tehumatena ini. Sesuai jadwal, surat itu terbit pada hari ini, Senin, 3 Juli 2023.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini jenazah Jamaludin berada di rumah jenazah di Kota Volgograd untuk proses autopsi. Autopsi wajib dilakukan bagi setiap individu termasuk warga negara asing yang meninggal di wilayah Rusia.
Pihak kepolisian setempat juga tengah melakukan investigasi. Setelah proses administrasi itu rampung, maka otoritas akan menerbitkan sertifikat kematian bagi Jamaludin.
Kabar kematian Jamaludin awalnya dilaporkan perwakilan mahasiswa Indonesia di Volgograd ke KBRI Moskow. Berdasarkan informasi, maka pihak KBRI menghubungi sejumlah pihak, seperti kepolisian.
Proses pencarian korban di Sungai Volga pun dilakukan. Sekitar satu jam kemudian, Jamaludin ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kemudian, kabar itu juga disampaikan ke Volgograd State University, tempat almarhum menempuh pendidikan.
Upaya menghubungi keluarga di Indonesia juga dilakukan berdasarkan nomor kontak yang tercantum pada data lapor diri Jamaludin. Namun, usaha itu tak membuahkan hasil lantaran sambungan telefon tidak tersambung. Selang sehari kemudian atau Selasa, 27 Juni 2023, pihak KBRI Moskow berhasil menghubungi Hairun Nasir, sang ayah dan Yores, paman almarhum. (*/ofi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT