Bumikan Critical Thinking, Aktivis HAM Gelar Festival Keadilan di Ponorogo

- Editorial Team

Jumat, 28 Juli 2023 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aktivis HAM Haris Azhar (memegang mikrofon) dalam Festival Keadilan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat, 28 Juli 2023. Foto : Panitia Festival Keadilan

NEUMEDIA.ID, PONOROGO – Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar mengatakan bahwa kriminalisasi masih kerapkali menimpa para aktivis HAM. Berdasarkan catatannya sebanyak 500 kasus penangkapan aktivis telah terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu catatan saya hingga hari ini,” ujar Haris dalam Diskusi Demokrasi dan HAM Pasca Reformasi yang merupakan bagian dari Road Show Festival Keadilan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat, 28 Juli 2023.

Kegiatan itu digelar oleh para aktivis yang tergabung dalam beberapa organisasi, yaitu KIJARU, KontraS, dan Sosial Movement Institute (SMI) dengan menggandeng sejumlah organisasi mahasiswa dan aktivis.

Mereka yang berkolaborasi seperti dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Juga, Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) dan GMP.

Festival keadilan ini juga menyorot kriminalisasi yang juga tumbuh di perguruan tinggi. Kondisi ini bertolak belakang dengan kebebasan akademik yang seharusnya dijunjung tinggi di lembaga pendidikan tersebut. 

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti menyatakan bahwa kriminalisasi  justru justru terjadi di perguruan tinggi. “Kriminalisasi kebebasan akademik akan mengerdilkan pemikiran kritis para komponennya, termasuk di dalamnya mahasiswa,” ujar dia dalam diskusi tersebut.

“Bahkan dalam KUHP yang baru ada larangan untuk mempelajari dan menyebarkan faham ideologi politik Marxisme dan Leninisme, padahal itu adalah termasuk salah satu ideologi politik yang ada di dunia ini yang perlu untuk dipelajari,”  Fatia melanjutkan.

Menurut dia,  dengan mempelajari ideologi tersebut juga menjadi salah satu modal awal dalam mengembangkan critical thinking mahasiswa yang berada dalam lingkungan  perguruan tinggi.

“Critical thinking dapat dikembangkan salah satunya dengan mempelajari Marxisme dan Leninisme tadi, namun hal tersebut dilarang untuk dipelajari” tambahnya.

Pemateri lain, yaitu peneliti ISEAS Made Supriatma menyatakan bahwa demokrasi Indonesia pasca reformasi masih terdapat banyak kriminalisasi. Tidak hanya secara fisik, bentuk kriminalisasi juga melalui dunia maya dengan adanya UU ITE.

 “Saat ini pengawasan dilakukan melalui media sosial, di mana media sosial telah didesain sedemikian rupa untuk mengawasi para penggunanya,” ujar Made.

Sementara itu, Roadshow Festival Keadilan di Ponorogo juga dihadiri Eko Prasetio Direktur SMI, Lukman Santoso Dosen Hukum IAIN Ponorogo, dan juga Ayub Dwi Anggoro Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah. Selain itu, sejumlah mahasiswa dan aktivis juga mengikuti diskusi itu. (uma/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Investasi untuk Generasi Sehat
Didampingi 11 Parpol Koalisi, Maidi-Panuntun Resmi Daftar ke KPU Kota Madiun
Silpa Hingga Rp172 Miliar, Begini Respon FGNS dan FKB DPRD Kabupaten Madiun
Tuban Diguncang Gempa 6.0 M
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang Masuk Kejadian Berkategori Berat
Kecelakaan Kereta Api Terus Berulang, Menhub Tegaskan Aspek Keselamatan Paling Utama
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang, Dua Meninggal di Lokasi Kejadian
Cegah Korban Saat Cuaca Ekstrem, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:27 WIB

Rokok Rp190,67 Juta Tak Dibayar, Warga Wonoasri Madiun Jadi Tersangka

Kamis, 24 September 2026 - 14:56 WIB

Imigrasi Madiun Sediakan Layanan Khusus untuk Calon Jemaah Haji 

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WIB

Dua Tim Madiun Tancap Gas di SVL 2026, SMAN 2 Mejayan dan MAN 2 Kota Madiun Lolos Babak Utama

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:30 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Berita Terbaru