Pengawasan Pemilu 2024 Butuh Keterlibatan Masyarakat

- Editorial Team

Minggu, 24 Desember 2023 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NEUMEDIA.ID, MADIUN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun mengajak seluruh elemen masyarakat ikut andil dalam pengawasan Pemilu 2024. 

Sebab, keterlibatan berbagai pihak dinilai dapat lebih menjamin pelaksanaan pesta demokrasi yang jujur dan adil (jurdil). 
Untuk mewujudkannya, Bawaslu Kota Madiun menggelar sosialisasi terhadap kelompok masyarakat. 
Mereka di antaranya, perwakilan media massa, akademisi, pelajar, dan mahasiswa. Kegiatan itu digelar di kantor Bawaslu Jalan Udowo No.1, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Minggu (24/12/2023). 
Ketua Bawaslu Kota Madiun, Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho mengatakan bahwa tatap muka itu bertujuan meningkatkan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam proses pemilu. Terutama, dalam pengawasan setiap tahapannya.
Menurutnya, dengan pengawasan partisipatif oleh masyarakat dapat menjaga kualitas dan integritas pemilu. 
Maka, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak dibutuhkan dalam upaya membantu tugas Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu.
“Kami sebagai pengawas pemilu merasa sangat kurang dalam jumlah personel. Sehingga perlu mensosialisasikan peran masyarakat khususnya dari unsur-unsur media, akademisi, pelajar, dan mahasiswa,” kata Wahyu. 
“Kami berharap mereka bisa menjadi mitra dalam mengawasi pemilu, mulai dari tahapan kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara,” lanjutnya.
Wahyu menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pembentukan Pengawasan Partisipatif. 
Dalam peraturan tersebut, Bawaslu memberikan wewenang kepada masyarakat untuk membentuk kelompok pengawas partisipatif (KPP) di tingkat desa atau kelurahan. KPP akan bekerja sama dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kami mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota KPP,” ucapnya. 
Adapun syarat menjadi KPP dinyatakannya cukup mudah. Di antaranya, berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, tidak menjadi anggota partai politik atau tim sukses calon. 
Kemudian, bersedia mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Bawaslu. “Pendaftaran dibuka mulai Januari 2024,” katanya.
Wahyu menambahkan bahwa pengawasan partisipatif juga sangat penting untuk meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula dalam pemilu. 
Menurutnya, pemilih pemula merupakan kelompok yang potensial untuk memengaruhi hasil pemilu, karena jumlahnya mencapai sekitar 53,6 persen dari total pemilih.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 14 Februari 2024 nanti. Terutama pada para pemilih pemula. 
Wahyu berharap, masyarakat tidak hanya datang ke TPS untuk memilih, tetapi juga mengawasi proses pemilu dan melaporkan jika ada dugaan pelanggaran. “Kami ingin mereka menjadi pemilih yang cerdas dan kritis,” ujar Wahyu Sesar. (ant/ofi)
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fuso Dipo Madiun Pererat Kemitraan Lewat Buka Puasa Bersama Pelanggan
Belasan Pelaku Balap Liar di Pilangkenceng Dipanggil Bersama Orang Tua dan Diberi Pembinaan 
MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu
Insiden Maut di Rel Ganda Bancong, Daop 7 Klaim Tak Ada Kelalaian KAI dan Petugas Perlintasan dari Dishub Madiun
Terekam CCTV, Pria di Madiun Tewas Tertemper KA Jayakarta Diduga Sengaja Masuk Rel
Gempa Pacitan, 11 Kereta Api di Daop 7 Madiun Sempat Dihentikan Operasi
Longsor Galian Tanah di Magetan Tewaskan Pekerja, Polisi Lakukan Olah TKP
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:02 WIB

DPRD Kota Madiun Dorong Tiga Raperda Inisiatif: Lindungi Tenaga Pendidik, Atur Banpol, Perkuat Trantibum

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:35 WIB

MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:41 WIB

Warga Nambangan Lor Pertanyakan Perizinan Gedung 8 Lantai RSI, DPRD Siap Panggil Manajemen

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:11 WIB

Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur

Senin, 16 Februari 2026 - 14:16 WIB

Tradisi Ziarah Jelang Ramadhan Jadi Berkah, Pedagang Bunga di Pasar Sleko Kebanjiran Order

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:32 WIB

Plt Wali Kota Madiun Enggan Berkomentar Soal Kelanjutan Alih Fungsi TPA Winongo

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:11 WIB

Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:40 WIB

Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun

Berita Terbaru