Hari ke-1, Helikopter Water Bombing di Gunung Lawu Belum Maksimal

- Editorial Team

Rabu, 4 Oktober 2023 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Helikopter milik BNPB yang akan menembakkan air ke titik kebakaran hutan di Gunung Lawu yang masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Rabu (4/10/2023). Foto: KPH Lawu Ds

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, NGAWI – Upaya pemadaman kebakaran di Gunung Lawu dengan cara
menembakkan air ke titik api menggunakan helikopter atau water bombing di
wilayah Ngawi mulai dilaksanakan Selasa (3/10/2023) sore.

 

Ketua Satgas Pemadaman Karhutla Gunung Lawu di Ngawi Letkol Arm Didik
Kurniawan mengatakan bahwa dalam penyiraman air dari udara itu berlangsung tiga
kali. Adapun lokasi pengambilan air dengan titik pemadaman berjarak sekitar 2
kilometer.

 

“Cukup dekat dan waktu (tempuhnya) hanya sekitar lima menit,”
ujarnya kepada wartawan di Posko Penanganan Karhutla Gunung Lawu di Ngawi,
Selasa malam.

 

Meski jarak lokasi pengambilan air dengan titik api dekat, namun water
bombing tidak bisa dilakukan secara optimal karena terkendala cuaca. 

 

Tenaga Ahli BNPB, Kolonel Herry Setiono, mengatakan sejumlah
kendala dialami saat pelaksanaan operasi water bombing untuk memadamkan
kebakaran di Gunung Lawu. Beberapa kendala yang dialami, seperti faktor
ketinggian dan kabut akibat kebakaran ini.

 

“Pertama medannya adalah gunung, elevasi ketinggian menjadi pertimbangan
teknis untuk terbang. Masalah cuaca, dan kabut juga jadi kendala untuk
visibilitas dalam melaksanakan (water) bombing,” kata Herry.

 

Selain itu, kecepatan angin yang tinggi. Saat survei lapangan pada Senin
(2/10/2023), kecepatan angin mencapai 40 Knot. Maka, ia berharap angin tidak
bertiup kencang hari ini. Adapun lokasi pemadaman dengan water bombing
diprioritaskan di dua titik.

 

“Skala prioritasnya pada titik yang api sudah mulai turun ke
pemukiman, dalam satu punggung (gunung), dan mulai masuk kawasan strategis
seperti tempat wisata,” ujarnya. (ofi)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Kejari Kabupaten Madiun Kawal Penetapan Wali Dua Anak di Bawah Umur, Pastikan Hak Hukum Anak Terlindungi
Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa
Diduga Tersangkut Truk Tebu ODOL, Kabel Listrik Putus Picu Pengendara Motor Tewas
Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun
Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun
Viral di Medsos, Video Atap Ruang Kuliah Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun Ambrol Saat Hujan Deras

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:05 WIB

Pasca Dugaan Keracunan MBG di SDN 02 Kanigoro, Komisi I DPRD Kota Madiun Lakukan Sidak 

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Absen Bertahun-tahun, Pemkot Kembali Gelar Tradisi Grebeg Maulid di Kota Madiun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Madiun Melukis Jadi Ruang Ekspresi Anak, Bagus Panuntun: Bukan Lomba, Tapi Parade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Kota Madiun Sebagai Simpul, Pawitandirogo Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Pemkot Madiun dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Kejar Program yang Belum Tercapai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Access by KAI Gangguan, Calon Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Online Malam Ini

Berita Terbaru

Opini

51 Miliar Melayang dari Anggaran, Ke Mana Arah Prioritas?

Senin, 31 Agu 2026 - 07:29 WIB