 |
| Petugas Kamtib Pasar Besar Madiun melakukan penertiban sejumlah pedagang yang nekat berjualan di lantai dasar, Sabtu (11/10/2023) dini hari. |
NEUMEDIA.ID, MADIUN – Sejumlah pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM) bandel dalam hal menjajakan komoditas sayur-mayur. Mereka nekat menggelar dagangan di lantai dasar pasar di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Aktivitas itu sebenarnya melanggar kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Sebab, lantai dasar terutama pada bagian teras kios seharusnya steril dari aktivitas jual beli. Para pedagang sayur-mayur telah disediakan los untuk menggelar dagangan di lantai II PBM.
Kebandelan sebagian para pedagang sayur-mayur ini telah berlangsung sekian lama. Meski sudah acap kali ditertibkan, mereka tetap kembali berjualan di lantai dasar.
Maka, pada penertiban yang berlangsung Sabtu (11/11/2023) dini hari, Petugas Kamtib PBM terpaksa mengamankan dagangan mereka.
“Mereka bisa mengambil kembali di pos, tapi harus menandatangani kesepakatan untuk tidak lagi berjualan di bawah. Tapi, harus di atas (lantai II PBM),” ujar Kepala Unit Kamtib PBM Didik Prasetyo di sela penertiban pedagang.
 |
| Suasana penertiban pedagang yang nekat berjualan di lantai dasar PBM, Sabtu (11/10/2023) dini hari. |
Berdasarkan pendataan, ia merinci jumlah pedagang sayur-mayur yang nekat berjualan di teras kios lantai I sebanyak 10 orang. Namun, dampak dari aktivitas yang mereka lakukan membuat risau pedagang lain yang berjualan di Lantai II PBM.
Kerisauan pedagang di Lantai II PBM karena tingkat penjualan mereka minim. Mayoritas pembeli lebih memilih membeli sayur-mayur di lantai dasar lantaran lebih mudah terjangkau. Apalagi, lokasi tersebut dekat dengan lahan parkir PBM.
Ketua Paguyuban Pedagang PBM Suprat menambahkan, keberadaan pedagang sayur-mayur yang beraktivitas di lantai dasar merugikan bagi mereka di lantai II. Apalagi, mayoritas barang dagangannya sama, yakni sayur-mayur.
“Keluhannya, pedagang yang di bawah ramai dan yang di atas sepi penjualan. Padahal, dagangannya sama,” ucap Suprat sembari menambahkan pedagang sayur-mayur di lantai dasar belum bersedia bergabung dalam paguyuban pedagang. (ant/ofi)