Solar Bersubsidi Susah Didapat Saat Dibutuhkan Banyak Petani

- Editorial Team

Rabu, 30 Agustus 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pengisian solar bersubsidi di salah satu SPBU di Kabupaten Ponorogo. Foto: jejaring neumedia.id

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID, PONOROGO – Sejumlah petani di Kabupaten Ponorogo, Jawa
Timur kesulitan mendapatkan solar bersubsidi. Setiap kali mendatangi SPBU, pasokan
salah satu jenis bahan bakar minyak (BBM) itu kerapkali kosong.

Padahal, kebutuhan petani
terhadap solar mengalami peningkatan. Saat ini, mereka harus mengoperasionalkan
pompa air berbahan bakar solar demi mengairi sawahnya. Sebab, saluran irigasi telah
mengalami penurunan debit air ketika puncak musim kemarau berlangsung.

Muryani, salah seorang petani di
Kecamatan Babadan menyatakan bahwa dirinya dan sejumlah warga  lain harus rela antre di SPBU demi mendapatkan
solar bersubsidi. Ketika gilirannya sudah tiba, pihak SPBU membatasi pembelian meski
surat pengantar dari desa sudah dibawa.

“Sebelum mengantre, saya terlebih
dulu harus mengecek ada atau tidaknya solar (di SPBU). Saya juga sering
keliling (di beberapa SPBU) dan hasilnya kosong,” ungkap dia kepada wartawan,
Selasa, 29 Agustus 2023.

Kekosongan solar di SPBU
ditengarai karena pengurangan pasokan dari pihak Pertamina di Madiun. Sebab, pengiriman
diketahui berlangsung tiga hari sekali dalam beberapa waktu terakhir. Padahal distribusi
sebelumnya berjalan setiap hari.

Menanggapi itu, Section Head
Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq
Kurniawan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengurangi pasokan BBM
bersubsidi. “Bukan Pertamina yang mengurangi, tapi dari SPBU yang menyesuaikan
kuotanya,” ujar dia saat dikonfirmasi. 

Ia menyatakan, masing-masing SPBU
mendapatkan kuota BBM bersubsidi. Untuk SPBU A, misalnya, kuotanya 100 liter,
maka harus diatur sedemikan rupa agar jumlah tersebut untuk kebutuhan selama 12
bulan.

“Kalau tidak memenuhi atau
melebihi, SPBU akan kena denda untuk mengganti selisih (jumlah subsidi),” kata
Taufiq.

Menurut dia, kuota tersebut merupakan
usulan dari masing-masing SPBU melalui pemerintah daerah. Kemudian, diteruskan
ke pemerintah pusat. Apabila ada usulan penambahan, maka alurnya juga demikian.
(ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

ASTON Madiun Hadirkan Promo Kuliner Jepang ‘60 Seconds to Tokyo’
BRI Madiun Perkuat Transaksi Digital, Merchant Toko Bangunan Catat Omzet EDC Rp5 Miliar
BRI Madiun dan ASABRI Bekali Pra Purnatugas TNI-Polri Hadapi Masa Pensiun Produktif
AgenBRILink BRI Madiun Tembus Pelosok Desa, Permudah Transaksi Keuangan Warga
Dari Modal Rp10 Juta hingga Omzet Kian Melaju, Kisah Eko Maeran Bangkit Bersama KUR BRI
BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang
BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026
Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru