Dari Modal Rp10 Juta hingga Omzet Kian Melaju, Kisah Eko Maeran Bangkit Bersama KUR BRI

- Editorial Team

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Di balik hamparan ladang dan lalu lalang truk pengangkut hasil bumi di pelosok Kabupaten Madiun, tersimpan kisah perjuangan seorang petani sekaligus pedagang hasil bumi yang sukses mengubah keterbatasan menjadi peluang besar. Dialah Eko Maeran, warga Desa Batok, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, yang kini sukses membangun usaha perdagangan hasil bumi berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Tak banyak yang tahu, sebelum menjadi pengepul hasil bumi seperti porang, jagung, kunir hingga kakao, pria yang akrab disapa Pak Eko itu hanyalah seorang karyawan toko bangunan sejak 2018. Di sela pekerjaannya, ia tetap menggarap sawah dan lahan tegal miliknya demi menopang kebutuhan keluarga.

Namun roda kehidupan membawanya pada keputusan besar. Pada 2020, Pak Eko memilih fokus menekuni usaha dagang hasil bumi. Keputusan itu bukan tanpa risiko. Ia dan sang istri sempat diterpa cobaan berat setelah mengalami penipuan yang menyebabkan kerugian cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih menyerah, pasangan suami istri tersebut justru bangkit dan memperkuat tekad untuk terus berusaha.

“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan. Tahun 2021 saya memberanikan diri mengajukan kredit modal usaha ke BRI Unit Gemarang,” ujar Eko Maeran, Jumat (15/5/2026).

Awalnya, Pak Eko memperoleh pembiayaan KUR sebesar Rp10 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat perputaran modal usaha dagang hasil bumi yang saat itu mulai berkembang. Seiring meningkatnya permintaan dan jaringan usaha, pinjaman yang dimanfaatkan kini telah berkembang hingga mencapai Rp80 juta.

“Dulu awal mulai saya ambil kredit Rp10 juta, sekarang alhamdulillah usaha berkembang hingga bisa mengakses pinjaman Rp80 juta,” katanya.

Perjalanan bisnisnya pun melesat. Jika sebelumnya hanya beroperasi di sekitar Desa Batok, kini usaha Pak Eko telah menjangkau berbagai desa di Kecamatan Gemarang hingga wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Kemajuan usahanya terlihat nyata. Volume dagangan terus meningkat, bahkan ia kini telah memiliki kendaraan pick up sendiri untuk menunjang operasional pengangkutan hasil bumi dari para petani.

Menurutnya, dukungan modal dari BRI sangat membantu pelaku usaha kecil seperti dirinya untuk naik kelas dan memperluas jaringan perdagangan.

Sementara itu, Kepala BRI Unit Gemarang, Bayu Adi Kusuma, mengatakan mayoritas masyarakat Desa Batok memang bergerak di sektor pertanian dan usaha mikro. Karena itu, kehadiran program KUR menjadi salah satu motor penggerak ekonomi warga.

“Sekitar 70 persen masyarakat Desa Batok menjadi nasabah BRI dan memanfaatkan KUR untuk tambahan modal usaha,” ujarnya.

Bayu menegaskan, BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga aktif melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM, termasuk edukasi layanan digital seperti BRImo dan QRIS guna memperkuat literasi keuangan masyarakat.

“Kami terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang, termasuk melalui kemudahan transaksi digital,” tambahnya.

Melalui pendekatan bisnis berbasis kemitraan, BRI juga terus mendorong terciptanya ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi digital yang mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung.

Secara terpisah, Branch Office Head BRI BO Madiun, Rizki Akbar Trilaksono, menegaskan bahwa BRI terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.

Menurutnya, kisah sukses Eko Maeran menjadi bukti nyata bahwa akses pembiayaan yang tepat mampu mengubah usaha kecil menjadi lebih berkembang dan berdaya saing.

“Kisah inspiratif Pak Eko Maeran menunjukkan bahwa dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar debitur mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tegas Rizki Akbar Trilaksono. (*/ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bersholawat Bersama Gus Iqdam, Pemkab Madiun Teguhkan Semangat “Bersahaja” dan Dongkrak Ekonomi Lewat Sepasma
Seru! Forkopimcam Jiwan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
Sepasma Jadi Ruang Curhat UMKM, Bincang Ekraf Dorong Lahirnya One Village One Creative Hub
Ziarahi Makam Para Bupati Terdahulu, Bupati Hari Wuryanto: Jangan Pernah Lupakan Jasa Leluhur
Opening Sepasma Wilayah Tengah Meriah, Bupati Madiun Dorong UMKM Bangkit dan Budaya Lokal Tetap Lestari
Wow! Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Kabupaten Madiun 
Jawab Sorotan 7 Fraksi DPRD, Bupati Madiun Tegaskan SILPA Rp210,9 Miliar Berasal dari Surplus Pendapatan dan Efisiensi Belanja

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:21 WIB

Bersholawat Bersama Gus Iqdam, Pemkab Madiun Teguhkan Semangat “Bersahaja” dan Dongkrak Ekonomi Lewat Sepasma

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:33 WIB

Seru! Forkopimcam Jiwan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:32 WIB

Sepasma Jadi Ruang Curhat UMKM, Bincang Ekraf Dorong Lahirnya One Village One Creative Hub

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

Ziarahi Makam Para Bupati Terdahulu, Bupati Hari Wuryanto: Jangan Pernah Lupakan Jasa Leluhur

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:54 WIB

Opening Sepasma Wilayah Tengah Meriah, Bupati Madiun Dorong UMKM Bangkit dan Budaya Lokal Tetap Lestari

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:16 WIB

Wow! Bola Resmi Piala Dunia 2026 Ternyata Dibuat di Kabupaten Madiun 

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:09 WIB

Jawab Sorotan 7 Fraksi DPRD, Bupati Madiun Tegaskan SILPA Rp210,9 Miliar Berasal dari Surplus Pendapatan dan Efisiensi Belanja

Senin, 29 Juni 2026 - 17:34 WIB

Hadir Lindungi Hak Anak, Kejari Kabupaten Madiun Daftarkan Penetapan Perwalian Dua Anak 

Berita Terbaru

DPRD Kota Madiun kompak menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari Pemkot.

Kota Madiun

DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Jumat, 10 Jul 2026 - 15:04 WIB