India Larang Ekspor Beras, Bapanas Tegaskan Indonesia Tidak Terdampak

- Editorial Team

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi beras. Foto:freepik.com

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – India resmi
melarang ekspor beras non-basmati sejak 20 Juli 2023. Larangan itu untuk
menjaga ketersediaan dan menahan kenaikan harga beras yang memiliki tampilan
biji panjang dan ramping di pasar domestik.

Eve Barre, seorang analis
mengatakan bahwa kebijakan itu akan berdampak terhadap pasokan beras di pasar
global. Sebab, India merupakan pengekspor terbesar kedua di dunia setelah
Tiongkok. Adapun sumbangsihnya lebih dari 40 persen.

“(Pasokan) beras global akan
menurun drastis, karena negara ini adalah produsen makanan pokok kedua terbesar
di dunia,” kata Barre yang merupakan ekonom di ASEAN dikutip neumedia.id,
Sabtu, 5 Agustus 2023.


Barclays, analis yang
lain memprediksi sejumlah negara akan terkena dampak dari kebijakan larangan
ekspor beras oleh India. Negara yang terdampak itu seperti Malaysia, Singapura, Bangladesh,
dan Nepal.


Lantas,
apakah Indonesia terkena dampak dari kebijakan India tersebut?. Kepala Badan
Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa dampaknya tidak
terlalu signifikan. Sebab, ketersediaan dan stok beras dalam negeri aman dan
terkendali.


Menurut
dia, sesuai perhitungan prognosa pangan, neraca berasa dalam negeri masih
surplus dengan perkiraan produksi 31,9 juta ton dan konsumsi 30,8 juta ton.
Dengan demikian, masih ada sisa sekitar 1,1 juta ton.


Jumlah
itu belum memperhitungkan carry over
stock
sebanyak 4 juta ton dari 2022 ke 2023. Juga, realisasi impor Januari
hingga Mei 2023 yang mencapai 758 ribu ton.


“Sehingga
kita yakin kondisi ketersediaan dan stok beras nasional kita masih cukup aman
tidak tidak terganggu dengan larangan impor beras oleh Pemerintah India,” ujar
Arief dalam keterangan tertulis. (**/ofi)

 



Sumber
: CNBC, situs resmi Bapanas

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fuso Dipo Madiun Pererat Kemitraan Lewat Buka Puasa Bersama Pelanggan
Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan hingga H-4, Daop 7 Madiun Catat 19.110 Pelanggan
KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna PPI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Jalur dan Prasarana
115 Kali Sosialisasi Digelar, KAI Daop 7 Madiun Klaim Tekan Risiko Kecelakaan Perlintasan
Libur Nataru, Lebih dari 280 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 7 Madiun 
Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:52 WIB

Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun

Senin, 11 Mei 2026 - 15:12 WIB

Tujuh Bulan Berlalu, Misteri Pembunuhan Perempuan Pemilik Warung di Saradan Akhirnya Terungkap, Polisi Ringkus Pelaku di Jawa Tengah 

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:41 WIB

Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:25 WIB

Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan 1,1 Kg Sabu dari 30 Perkara Inkracht

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:06 WIB

Viral di Medsos, Video Atap Ruang Kuliah Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun Ambrol Saat Hujan Deras

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:03 WIB

Polisi Dalami Insiden Bocah Jatuh di RS Hermina Madiun, Dugaan Kelalaian Diselidiki

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:57 WIB

SBMR Kecam Aksi May Day di Monas, Soroti Nasib Ojol dan PKL di Madiun

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:19 WIB

Insiden Fatal Bocah Jatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun, Polisi Lakukan Penyelidikan 

Berita Terbaru