Setelah 19 Tahun, Singapura Kembali Gantung Perempuan Pengedar Narkoba

- Editorial Team

Sabtu, 29 Juli 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi tiang gantungan untuk eksekusi pelaku kejahatan. Foto:Pixabay

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Singapura
melaksanakan hukum gantung kali pertama terhadap seorang perempuan terkait perdagangan
narkoba dalam 19 tahun terakhir. Eksekusi bagi Saridewi Djamani, 45 pada Jumat
kemarin, 28 Juli 2023 itu berlangsung ketika negara diserukan untuk
menghentikan hukuman mati atas kejahatan narkoba.


Sementara, Undang-Undang Singapura
mengamanatkan hukuman mati bagi siapapun yang dihukum karena memperdagangkan
lebih dari 500 gram (17,64 ons) ganja dan 15 gram (0,53 ons) heroin. Dilansir
dari Time.com, Saridewi terbukti
memperdagangkan sekitar 31 gram (1,09 ons) diamorfin atau heroin murni pada
tahun 2018.


Eksekusi bagi Saridewi berlangsung dua
hari setelah Mohammed Aziz Hussain, 56 mendapatkan hukuman serupa. Ini karena
memperdagangkan sekitar 50 gram (1,75 ons) heroin. Biro Narkotika mengatakan
kedua tahanan itu telah melalui proses hukum. Termasuk banding atas hukuman dan
hukuman dan grasi dari presiden.


Hukuman mati itu mengundang reaksi
dari kelompok Hak Asasi manusia. Bahkan, Amnesty Internasional mendesak
Singapura menghentikan eksekusi mati terhadap pelanggaran narkoba. Sebab,
dinilai tidak efektif sebagai upaya pencegahan perdagangan narkoba.


“Kami menyerukan kepada masyarakat
internasional, khususnya negara-negara yang telah menghapus hukuman mati dalam
undang-undang atau praktik, untuk membantu menghentikan Singapura dari praktik
yang tidak manusiawi, tidak efektif, dan diskriminatif ini,” kata pihak Amnesty
International dalam sebuah pernyataan dikutip Neumedia.id, Sabtu, 29 Juli 2023.


Namun, Otoritas Singapura bersikeras
melangsungkan hukuman mati karena dinilai penting untuk memutus mata rantai
perdagangan narkoba, yakni menghentikan permintaan dan pasokan narkoba.


Berdasarkan catatan aktivis HAM,
hukuman ganung telah dijatuhkan Singapura kepada 15 orang orang karena kasus
pelanggaran narkoba sejak Maret 2022. Sedangan untuk perempuan yang sebelumnya dieksekusi
mati adalah Yen May woen, seorang penata rambut pada tahun 2004. Ia juga
penyelendup narkoba. (**/ofi)

 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Investasi untuk Generasi Sehat
Didampingi 11 Parpol Koalisi, Maidi-Panuntun Resmi Daftar ke KPU Kota Madiun
Silpa Hingga Rp172 Miliar, Begini Respon FGNS dan FKB DPRD Kabupaten Madiun
Tuban Diguncang Gempa 6.0 M
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang Masuk Kejadian Berkategori Berat
Kecelakaan Kereta Api Terus Berulang, Menhub Tegaskan Aspek Keselamatan Paling Utama
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang, Dua Meninggal di Lokasi Kejadian
Cegah Korban Saat Cuaca Ekstrem, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Plt Wali Kota Madiun Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:04 WIB

DPRD Kota Madiun Soroti SiLPA Rp154,8 Miliar hingga Opini WDP

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:43 WIB

BTPN Syariah Gandeng Unipma Madiun, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Omzet dan Akses Pasar 

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:05 WIB

Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pekerja Informal Jadi Fokus Utama, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Perlindungan Jamsostek di Madiun Raya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Paripurna Hari Jadi ke 108 Kota Madiun, DPRD Dorong Program yang Berdampak Langsung bagi Rakyat 

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:40 WIB

Syukuri 12 Tahun Perjalanan, Aston Madiun Berbagi Sembako dan Santuni Panti Asuhan Lewat CSR “Gempita Rahayu”

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Berita Terbaru