Kepala Dikbud Madiun Tegaskan Tidak Ada Merger Sekolah, Hanya Redistribusi Guru

- Editorial Team

Rabu, 29 Oktober 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Agus Sucipto.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, menegaskan bahwa kabar tentang adanya merger sekolah tidak benar. Menurutnya, yang dilakukan Pemkab saat ini adalah redistribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyeimbangkan rasio antara jumlah guru dan peserta didik.

“Merger itu tidak ada. Yang kami lakukan adalah redistribusi sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan. Tujuannya agar pelayanan pembelajaran bisa maksimal,” jelas Agus saat ditemui usai kegiatan Penguatan Kepala Sekolah di Aston Hotel Madiun, Selasa (28/10/2025).

Agus menjelaskan, langkah redistribusi dilakukan karena ada sekolah yang kelebihan guru namun kekurangan murid, sementara sekolah lain justru kekurangan guru tetapi muridnya banyak. Kondisi yang tidak seimbang ini membuat Dinas Pendidikan perlu menata ulang penempatan guru agar proporsional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah yang kelebihan guru biasanya muridnya sedikit. Nah, guru dari sekolah seperti itu kami tempatkan di sekolah lain yang muridnya lebih banyak,” ujarnya.

Namun, redistribusi guru ini sering disalahartikan masyarakat sebagai regrouping atau penggabungan sekolah. Padahal, kata Agus, regrouping berbeda dengan merger dan prosesnya jauh lebih panjang karena menyangkut pengelolaan aset daerah.

“Kami tidak ingin langkah ini menimbulkan masalah baru, baik dari sisi aset maupun status lembaga pendidikan,” tegasnya.

Menurut Agus, status sekolah tetap ada dan masih tercatat sebagai aset daerah. Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan BPKAD dan pemerintah desa agar aset-aset sekolah yang muridnya sedikit tetap dimanfaatkan.

Salah satu rencana ke depan adalah menjadikan aset tersebut sebagai sanggar seni dan budaya, sesuai dengan identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia.

Selain redistribusi guru, langkah ini juga berimplikasi pada murid. Sekolah yang jumlah siswanya terlalu sedikit akan digabungkan secara administratif dengan sekolah terdekat.

Namun, Agus menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan analisis yang matang, termasuk aspek demografis dan geografis, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Semua keputusan kami ambil berdasarkan kajian data dan kondisi lapangan. Sekolah yang masih punya semangat dan kreativitas akan tetap diberi kesempatan, tentu dengan masa evaluasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan Kepala Sekolah juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat kepemimpinan di sekolah. Selama ini, kreativitas kepala sekolah sering terhambat oleh aturan dan keterbatasan inovasi dalam kurikulum.

“Kami ingin membuka kembali kran kreativitas kepala sekolah agar berani berinovasi. Kepala sekolah harus visioner, mampu mengatasi persoalan pendidikan dengan cara yang kreatif,” katanya.

Agus berharap para kepala sekolah setelah pelatihan ini bisa lebih produktif, profesional, dan fokus pada peningkatan kinerja. Target Dinas Pendidikan jelas: mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah di bawah naungan pemerintah daerah.

“Selama ini keluhan masyarakat adalah soal kepercayaan. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah negeri bisa bekerja profesional dan berkualitas,” tutupnya.(ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Khitan Massal Gratis Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun
Warga Merasa Terbantu, Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di RSUD Dolopo Disambut Antusias
Sepasma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi Rakyat
Bupati Hari Wuryanto Raih Penghargaan Bergengsi, Kabupaten Madiun Ditegaskan Jadi Role Model Perhutanan Sosial Jawa Timur
PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif
Tak Terkalahkan di Fase Grup, Sparta Pena FC Melenggang ke Perempat Final Kapolres Madiun Cup 2026
Bahana Bersahaja di Bangunsari, Pemkab Madiun Bedah Tiga Rumah Tidak Layak Huni
Hadapi Bank Jatim, Sparta Pena Siapkan Strategi Khusus, Manajer : Pokoknya Ada 

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:07 WIB

Khitan Massal Gratis Diserbu Warga, Peserta Lampaui Target Hari Jadi ke 458 Kabupaten Madiun

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:49 WIB

Warga Merasa Terbantu, Khitan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun di RSUD Dolopo Disambut Antusias

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:21 WIB

Sepasma 2026 Resmi Bergulir, Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:30 WIB

PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:08 WIB

Tak Terkalahkan di Fase Grup, Sparta Pena FC Melenggang ke Perempat Final Kapolres Madiun Cup 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:19 WIB

Bahana Bersahaja di Bangunsari, Pemkab Madiun Bedah Tiga Rumah Tidak Layak Huni

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:48 WIB

Hadapi Bank Jatim, Sparta Pena Siapkan Strategi Khusus, Manajer : Pokoknya Ada 

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:39 WIB

Pesta Gol di Laga Perdana, Sparta Pena Bidik Korban Berikutnya: Bank Jatim!

Berita Terbaru