Gotong Royong Rawat Kebun Sayuran, Cara SDN Bukur 02 Jiwan Wujudkan Sekolah Adiwiyata

- Editorial Team

Jumat, 14 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Suasana di SDN Bukur 02 Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun terasa berbeda. Di sela jam belajar, sejumlah siswa tampak sibuk menyiram tanaman, mencabut rumput liar, dan menata pot di kebun kecil di sudut sekolah. Mereka tertawa, bercakap, dan sesekali berdebat ringan soal siapa yang lebih rajin menyiram.

Inilah kebun sayuran SDN Bukur 02 — salah satu program unggulan sekolah yang kini menjadi sorotan karena dinilai berhasil menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan siswa. Melalui kebun ini, murid tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari alam tentang tanggung jawab, ketekunan, dan cinta lingkungan.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar menanam, menyiram, bahkan memberi nama pada setiap tanaman yang mereka rawat,” ujar Kepala SDN Bukur 02, Heny Erawati, S.Pd.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebun sayuran ini bukan sekadar penghias halaman sekolah. Di balik hijaunya daun kangkung, cabai, dan tomat, tersimpan konsep pembelajaran kontekstual yang menggabungkan ilmu pengetahuan dengan nilai karakter. Dari sini, siswa belajar sains melalui proses tumbuh tanaman, matematika lewat pengukuran tinggi batang, hingga pendidikan karakter lewat kerja sama menjaga kebun.

Menurut Heny, suasana sekolah kini jauh lebih sejuk dan hidup. “Udara jadi lebih bersih, murid lebih aktif dan gembira. Guru pun punya sumber belajar baru yang menarik dan menyenangkan,” tuturnya.

Tak hanya berhenti di sana, hasil panen kebun sekolah dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran tematik dan program green living. Sayur-mayur segar digunakan dalam kegiatan Makan Sehat dan Bergizi, sementara tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan serai diolah menjadi minuman herbal sederhana yang diberi nama ‘Senjaku Manis’ — singkatan dari Sereh, Jahe, Laos, Kunyit, dan Kayu Manis.

Menariknya, hasil panen tidak hanya dikonsumsi siswa dan guru, tetapi juga dibagikan kepada wali murid serta warga sekitar sekolah.

Program ini lahir dari hasil musyawarah antara guru, murid, dan komite sekolah. Lahan kosong diubah menjadi bedengan kecil, lalu para siswa menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman hias dengan semangat gotong royong.

“Kegiatan ini dilakukan dengan rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Kami ingin anak-anak tidak hanya menanam tanaman, tapi juga menanam nilai kehidupan — kerja keras, peduli, dan bersyukur atas ciptaan Tuhan,” pungkas Heny.

Melalui kebun sayuran ini, SDN Bukur 02 Jiwan membuktikan bahwa mewujudkan Sekolah Adiwiyata bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata untuk melestarikan lingkungan sejak dini. (*) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir
Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia
3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional
DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga
Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 
Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi
Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru