Revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun Jadi Sorotan, Rekanan Pelaksana Angkat Bicara

- Editorial Team

Jumat, 26 Januari 2024 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun, Jawa Timur belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, dalam proyek renovasi senilai Rp2,4 miliar itu tidak dilengkapi fasilitas drainase atau saluran pembuangan air cucian daging dan ikan. Sejumlah pedagang mengeluhkannya.

Terkait permasalahan ini, Direktur CV Palillah, Miming Hadi Sutrisno selalu kontraktor pelaksana proyek revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun angkat bicara. Menurutnya, pengerjaan proyek renovasi hanya untuk memoles bangunan bagian depan pasar di jalan Kutai saja.

Sedangkan bangunan di dalam pasar tidak termasuk planning maupun site plan yang dikerjakan oleh CV Palillah. Dengan demikian, Miming menegaskan pembangunan sanitasi bukan bagian dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pihaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pekerjaan lebih besar untuk pengerjaan di ruko depan, mulai dari atap. Kemudian meliputi eksterior yang meliputi pemasangan ACP (Aluminium Composite Panel), harmonika keliling, lantai dan perbaikan mayor di pekerjaan fasade (muka bangunan.red),” terang Miming, Kamis (25/1/2024).

Ia menambahkan, pengerjaan dalam pasar memang ada yang menjadi tanggungan CV Palillah. Namun, hanya sebagian kecil, di antaranya pemasangan keramik di selasar dan bedak atau tempat jualan para pedagang.

“Sisa dari pekerjaan di muka baru dialihkan di dalamnya yang diperuntukkan bagi lapak atau bedak pedagang,” katanya.

Menurut Miming, kondisi sebelumnya di bagian selasar tempat pedagang masih berupa tanah liat yang ada saluran di tengahnya.

“Nah, itu keliatan kotor dan becek. Akhirnya selasar dan lapak jualannya pedagang dikeramik. Jadi dari awal, pedagang hanya meminta keramiknya yang kasar biar tidak licin,” ujar Miming.

“Untuk lainnya itu lari di pekerjaan pengecatan WF (baja.red), pengecatan dinding,” ia manambahkan.

Adapun saluran air pembuangan sudah diganti dengan menggunakan U-Ditch (produk saluran air berbahan beton pracetak yang bentuknya menyerupai huruf U). Sebab, sebelumnya hanya menggunakan batu bata.

Setiap jarak 5 meter diberi bak kontrol untuk memudahkan pembersihan sampah dan kotoran. Hal ini Sebagai solusi permasalahan dari pedagang lapak basah akan ditambahkan grill (penutup saluran air berjari-jari) saluran pembuangan ke bak kontrol.

“Tadi, saya sudah ke sana dengan OPD terkait. Jadi, kami akan membuatkan grill khususnya di lapak basah. Tujuannya, agar pedagang jika sudah selesai berdagang bisa membuang air ke grill tersebut yang terhubung dengan bak kontrol,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun juga mendapat sorotan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Komaryono meminta pihak APIP dan APH untuk menyikapi proyek rehabilitasi pasar Kawak kota Madiun yang menelan anggaran Rp 2,44 miliar itu.

Komaryono juga menilai perencanaan rehab pasar yang berada di jalan Kutai Kota Madiun itu terkesan asal-asalan. Hingga pedagang mempermasalahkan masalah saluran pembuangan air bekas cucian daging dan ikan. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun
Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK 
Ini Daftar Delapan Sepeda Motor yang Terperosok ke Telaga Sarangan 
8 Sepeda Motor Wisatawan Terperosok ke Telaga Sarangan Akibat Jalan Longsor
115 Kali Sosialisasi Digelar, KAI Daop 7 Madiun Klaim Tekan Risiko Kecelakaan Perlintasan
Mobil Tabrak Palang Pintu KA di Kedunggalar, KAI Tegaskan Disiplin Berlalu Lintas
Pesta Tahun Baru Berujung Maut di Kota Madiun, Pemuda 19 Tahun Tewas Diduga Ditusuk Rekannya
Camat Madiun Minta Maaf, Akui Belum Pernah Baca Buku Reset Indonesia 

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:20 WIB

Ini Daftar Delapan Sepeda Motor yang Terperosok ke Telaga Sarangan 

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:37 WIB

8 Sepeda Motor Wisatawan Terperosok ke Telaga Sarangan Akibat Jalan Longsor

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:49 WIB

Bobol Toko Emas Rp1 Miliar, Komplotan Spesialis Lintas Kota Diringkus Kurang dari 24 Jam

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:05 WIB

Motor Raib di Penitipan, Pelaku Ternyata Remaja 15 Tahun

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:44 WIB

Siap Amankan Nataru, Polres Magetan Gelar Apel Gabungan Operasi Lilin Semeru 

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:25 WIB

Pastikan Stok dan Harga Sembako Jelang Nataru Aman, Pemkab Magetan Sidak Pasar dan SPBU

Selasa, 11 November 2025 - 13:39 WIB

Tebing Longsor di Poncol Magetan Tewaskan Satu Warga, Jalur Genilangit–Gonggang Sempat Tertutup Total

Rabu, 5 November 2025 - 17:01 WIB

Berawal Utang Piutang hingga Tanah Beralih Nama, Sengketa Keluarga di Magetan Bergulir ke Pengadilan

Berita Terbaru

Kota Madiun

Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK 

Senin, 19 Jan 2026 - 16:15 WIB