MADIUN, NEUMEDIA.ID – Revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun, Jawa Timur belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, dalam proyek renovasi senilai Rp2,4 miliar itu tidak dilengkapi fasilitas drainase atau saluran pembuangan air cucian daging dan ikan. Sejumlah pedagang mengeluhkannya.
Terkait permasalahan ini, Direktur CV Palillah, Miming Hadi Sutrisno selalu kontraktor pelaksana proyek revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun angkat bicara. Menurutnya, pengerjaan proyek renovasi hanya untuk memoles bangunan bagian depan pasar di jalan Kutai saja.
Sedangkan bangunan di dalam pasar tidak termasuk planning maupun site plan yang dikerjakan oleh CV Palillah. Dengan demikian, Miming menegaskan pembangunan sanitasi bukan bagian dari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pihaknya.
“Pekerjaan lebih besar untuk pengerjaan di ruko depan, mulai dari atap. Kemudian meliputi eksterior yang meliputi pemasangan ACP (Aluminium Composite Panel), harmonika keliling, lantai dan perbaikan mayor di pekerjaan fasade (muka bangunan.red),” terang Miming, Kamis (25/1/2024).
Ia menambahkan, pengerjaan dalam pasar memang ada yang menjadi tanggungan CV Palillah. Namun, hanya sebagian kecil, di antaranya pemasangan keramik di selasar dan bedak atau tempat jualan para pedagang.
“Sisa dari pekerjaan di muka baru dialihkan di dalamnya yang diperuntukkan bagi lapak atau bedak pedagang,” katanya.
Menurut Miming, kondisi sebelumnya di bagian selasar tempat pedagang masih berupa tanah liat yang ada saluran di tengahnya.
“Nah, itu keliatan kotor dan becek. Akhirnya selasar dan lapak jualannya pedagang dikeramik. Jadi dari awal, pedagang hanya meminta keramiknya yang kasar biar tidak licin,” ujar Miming.
“Untuk lainnya itu lari di pekerjaan pengecatan WF (baja.red), pengecatan dinding,” ia manambahkan.
Adapun saluran air pembuangan sudah diganti dengan menggunakan U-Ditch (produk saluran air berbahan beton pracetak yang bentuknya menyerupai huruf U). Sebab, sebelumnya hanya menggunakan batu bata.
Setiap jarak 5 meter diberi bak kontrol untuk memudahkan pembersihan sampah dan kotoran. Hal ini Sebagai solusi permasalahan dari pedagang lapak basah akan ditambahkan grill (penutup saluran air berjari-jari) saluran pembuangan ke bak kontrol.
“Tadi, saya sudah ke sana dengan OPD terkait. Jadi, kami akan membuatkan grill khususnya di lapak basah. Tujuannya, agar pedagang jika sudah selesai berdagang bisa membuang air ke grill tersebut yang terhubung dengan bak kontrol,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, proyek revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun juga mendapat sorotan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).
Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Komaryono meminta pihak APIP dan APH untuk menyikapi proyek rehabilitasi pasar Kawak kota Madiun yang menelan anggaran Rp 2,44 miliar itu.
Komaryono juga menilai perencanaan rehab pasar yang berada di jalan Kutai Kota Madiun itu terkesan asal-asalan. Hingga pedagang mempermasalahkan masalah saluran pembuangan air bekas cucian daging dan ikan. (ant/ofi)






