Pemkot Madiun Segera Sediakan Fasilitas Sanitasi di Pasar Kawak

- Editorial Team

Selasa, 16 Januari 2024 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Keluhan para pedagang daging dan ikan di Pasar Kawak mendapat respon dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun, Jawa Timur.

Kabid Cipta Karya DPUPR Hesti Setyorini mengatakan bahwa fasilitas saluran pembuangan air atau sanitasi yang saat ini belum tersedia segera dibangun.

Sanitiasi itu dibutuhkan sebagian pedagang untuk membuang air bekas cucian daging ayam dan ikan laut. Belum tersedianya fasilitas itu memicu munculnya aroma amis dan dinilai kurang higienis bagi komoditas yang dijual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan para pedagang. Para pengunjung juga mengungkapkan hal senada. Aktivitas jual beli di los daging terganggu dan diklaim menjadi salah satu penyebab menurunnya omzet yang dikantongi pedagang.

Karena itulah, perwakilan pedagang mengadukan permasalahan itu kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkot Madiun. Oleh pejabat OPD tersebut, para pedagang diminta bersabar. Sebab, proses pengadaan sanitasi baru dilangsungkan setelah enam bulan.

Namun demikian, Hesti menepis hal tersebut. Menurutnya, pembuatan sanitasi tidak perlu menunggu selama enam bulan seperti yang dikemukakan oleh para pedagang Pasar Kawak.

“Nggak, nggak harus nunggu enam bulan. Ini kan kita lagi menunggu pembagian tempat pedagang-pedagang. Karena antar satu pedagang kan jualannya beda-beda. Mana titik-titik yang perlu sanitasi itu nanti kami bantu,” jelasnya, Senin (15/1/2024).

Ia mengungkapkan, pascarevitalisasi dan peresmian Pasar Kawak pada Desember 2023 lalu belum dilangsungkan pembagian bedak, kios maupun los bagi para pedagang untuk berjualan. Kini, proses pendataan untuk memetakan tempat berjualan komoditas basah dan kering masih dijalankan petugas.

“Kemarin kan memang belum ada pembagian bedaknya gimana gimana kan ada yang kering ada yang basah. Jadi kan gak semua butuh nanti kalau yang basah akan kita bantu,” ujar Hesti Setyorini.

Selain sanitasi yang dikeluhkan pedagang dan pembeli adalah pasar yang semakin gerah. Beberapa area di pasar terasa sempit dan karena kurangnya ventilasi udara. Kondisi ini membuat suasana yang kurang nyaman bagi pengunjung.

Keluhan ini menurut Hesti sudah ditampung. Hanya saja, pemasangan turbin ventilator akan dianggarkan pada waktu mendatang.

“Memang, kemarin kan anggarannya yang turun hanya sebanyak itu. Kami tidak banyak mengubah (fisik) di dalam (Pasar Kawak). Kemarin, petunjuknya Pak Wali Kota untuk ditambah turbin ventilator, nanti kami tambahkan di anggaran selanjutnya,” ujar Hesti.

Sementara itu, proyek revitalisasi Pasar Kawak tersebut menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Duit sebanyak itu bersumber dari APBD Kota Madiun Tahun 2023. Dengan renovasi itu, diharapkan aktivitas jual beli di pasar tradisional lebih ramai sehingga roda perekonomian meningkat signifikan. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejari Kabupaten Madiun Kawal Penetapan Wali Dua Anak di Bawah Umur, Pastikan Hak Hukum Anak Terlindungi
Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa
Diduga Tersangkut Truk Tebu ODOL, Kabel Listrik Putus Picu Pengendara Motor Tewas
Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun
Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun
Viral di Medsos, Video Atap Ruang Kuliah Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun Ambrol Saat Hujan Deras
Polisi Dalami Insiden Bocah Jatuh di RS Hermina Madiun, Dugaan Kelalaian Diselidiki
SBMR Kecam Aksi May Day di Monas, Soroti Nasib Ojol dan PKL di Madiun

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Dari Penggemukan Sapi hingga Layanan Publik, BUMDes Sumber Mulya Sumberbendo jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Kejari Kabupaten Madiun Musnahkan Barang Bukti 21 Perkara

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:29 WIB

AYV Masuk Dugaan Sindikat Buzzer Hoaks, Siroojul Kahfi: Sudah Dua Tahun Bukan Karyawan Kami

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:41 WIB

76 Pelajar Pilihan Kabupaten Madiun Mulai Digembleng, 15 Hari Disiapkan untuk Kibarkan Merah Putih

Senin, 27 Juli 2026 - 14:19 WIB

Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui, SiLPA dan 400 Aset Belum Bersertifikat Jadi Catatan DPRD Madiun

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:18 WIB

Hari Koperasi ke-79, Bupati Madiun Dorong Koperasi Bertransformasi dan UMKM Naik Kelas

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:26 WIB

BULOG Madiun Libatkan Pemda dan Media Uji Kualitas Beras, Pastikan CBP Layak Dikonsumsi Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:55 WIB

Bahana Bersahaja di Dempelan, Bupati Madiun Luncurkan Mobil Rontgen Keliling, Target TBC Tuntas 2028

Berita Terbaru