Oknum Guru SMKN 3 Kota Madiun Diduga Paksa Siswa Beli Lalu Pasarkan Produk Sekolah

- Editorial Team

Selasa, 30 Januari 2024 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung SMKN 3 Kota Madiun. Foto: Neumedia.id

Gedung SMKN 3 Kota Madiun. Foto: Neumedia.id

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Program pemasaran produk hasil produksi SMKN 3 Kota Madiun, Jawa Timur mendapat sorotan dari sejumlah wali murid sekolah tersebut.

Pemicunya, ada oknum guru yang diduga melakukan pemaksaan kepada siswa untuk membeli sejumlah barang dari sekolah sebelum akhirnya dijual kembali.

Rentang harga pembelian produk berupa cairan pembersih lantai dan sabun dipatok antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh oknum guru, hal tersebut diwajibkan dengan sistim pembayaran kontan atau cash. Apabila tidak menaatinya, maka siswa diancam tidak mendapatkan nilai sebelum melunasi uang pembelian produk.

“Kalau tidak mau beli, nanti rapor-nya tidak dikasih nilai. Tidak ditandatangani sama guru itu,” ujar salah seorang wali murid yang mewanti-wanti agar identitasnya tidak disebutkan, Senin (29/1/2024).

Dugaan pemaksaan yang terkesan oleh oknum guru tersebut membuat sejumlah wali murid keberatan Apalagi, kondisi ekonomi sedang lesu dan harus ditambah beban membayar sejumlah produk hasil produksi sekolah untuk dipasarkan.

Masih menurut wali murid yang enggan disebut namanya, hal itu tidak ada korelasinya dengan kelas jurusan yang diambil anaknya.

“Kalau anak saya jurusan sekolahnya pemasaran mungkin bisa saya maklumi. Lha ini kan sekolah jurusan Kimia, masak disuruh beli barang seperti itu? Ya, menurut saya aneh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Kota Madiun Sunardi Achmad belum banyak memberikan komentar tentang polemik tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, ia memberikan balasan agar menemui Titik Yuliani, salah seorang guru di sekolah tersebut untuk konfirmasi.

Berdasarkan arahan dari Sunardi, wartawan menanyakannya kepada Titik terkait permasalahan tersebut. “Kami memang meminta siswa untuk memasarkan produk yang ada, kalau memang siswa tidak punya uang bisa kok bon (utang) barang dahulu,” katanya saat ditemui di sekolah, Selasa (30/1/2024).

Namun, saat ditanya tentang oknum guru yang mengancam tidak akan memberikan nilai kepada siswa yang belum melunasi, membeli, dan memasarkan barang, Titik berkilah.

Dia meminta menanyakannya langsung kepada kepala sekolah.”Itu bukan wewenang saya, biar nanti pak kepala sekolah saja yang jawab,” ujarnya. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jumali Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Madiun Raya 2025–2028
Wakil Dirut KAI Cek Kesiapan Daop 7 Madiun Jelang Puncak Angkutan Nataru 
Longsor 10 Meter Putuskan Jalur Kare–Ngebel, Akses Madiun–Ponorogo Lumpuh Total
KPK Geledah Rumah Mewah di Kota Madiun, Segel Rubicon, BMW, dan Puluhan Sepeda Premium
Berawal dari Aduan “Lapor Pak Purbaya”, Bea Cukai Madiun Kembali Bongkar Kasus Rokok Ilegal Bernilai Puluhan Juta 
Hilang Lebih dari Sepekan, Gadis Asal Madiun Ditemukan Selamat di Semarang
Tebing Longsor di Poncol Magetan Tewaskan Satu Warga, Jalur Genilangit–Gonggang Sempat Tertutup Total
KAI Daop 7 Madiun Buka Pemesanan Tiket untuk Perjalanan Mulai 1 Desember 2025

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:47 WIB

Wakil Dirut KAI Cek Kesiapan Daop 7 Madiun Jelang Puncak Angkutan Nataru 

Kamis, 20 November 2025 - 13:40 WIB

PKBM Mawar Tampung Ratusan Warga Belajar, Jadi Pilihan Alternatif bagi Pelajar Putus Sekolah

Jumat, 14 November 2025 - 17:05 WIB

KAI Daop 7 Madiun dan DJKA Gelar Inspeksi Keselamatan Jelang Angkutan Nataru 2025/2026

Jumat, 14 November 2025 - 06:00 WIB

Gotong Royong Rawat Kebun Sayuran, Cara SDN Bukur 02 Jiwan Wujudkan Sekolah Adiwiyata

Minggu, 9 November 2025 - 20:03 WIB

Tiket KA Natal dan Tahun Baru Sudah Bisa Dipesan, Catat Tanggalnya! 

Sabtu, 8 November 2025 - 17:46 WIB

KAI Daop 7 Madiun Buka Pemesanan Tiket untuk Perjalanan Mulai 1 Desember 2025

Kamis, 6 November 2025 - 07:53 WIB

Mulai 1 Desember, KAI Daop 7 Madiun Ubah Jadwal dan Pola Perjalanan Kereta Api

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:15 WIB

Siswa SD di Gemarang Dapat Inspirasi Langsung dari Berbagai Profesi

Berita Terbaru

KAI Daop 7 Madiun sediakan puluhan ribu tiket kereta api untuk masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Foto : Humas KAI Daop 7 Madiun.

Bisnis

KAI Daop 7 Madiun Siapkan 65.556 Tiket KA Nataru 

Rabu, 10 Des 2025 - 19:39 WIB

Madiun Raya

Jumali Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Madiun Raya 2025–2028

Kamis, 4 Des 2025 - 17:54 WIB