MAKI Tuding Perencanaan Revitalisasi Pasar Kawak Kota Madiun Asal-Asalan

- Editorial Team

Selasa, 23 Januari 2024 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Komaryono. Foto: Ist

Sekjen Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Komaryono. Foto: Ist

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Selain dikeluhkan sejumlah pedagang karena tidak adanya saluran pembuangan air, Pasar Kawak Kota Madiun, Jawa Timur yang rampung direvitalisasi juga dikritik kalangan aktivis.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menuding perencanaan renovasi pasar di Jalan Kutai itu asal-asalan. “Sangat disayangkan dengan anggaran Rp2,5 miliar, perencanaan rehab Pasar Kawak kurang bagus. Terutama, terkait sanitasi dan drainase,” kata Sekjen MAKI Komaryono, Selasa (23/1/2024).

Menurutnya, dengan alokasi dana sebanyak itu dari APBD 2023 seharusnya perbaikan sudah mencakup sanitasi dan drainase. Namun, nyatanya fasilitas itu tidak tersedia hingga proyek rampung dan diresmikan pada Desember lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, sebagian pedagang maupun pembeli di los daging ayam dan ikan merasa risih. Salah satu penyebabnya, air sisa cucian dari komoditas jualan tersebut tidak terbuang melalui saluran khusus. Hingga akhirnya, aroma tak sedap menyeruak di lokasi berjualan.

“Perencanaan itu seharusnya dimatangkan, jangan sampai setelah direhab masih harus membuatkan saluran pembuangan air yang nantinya bisa mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli,” tambahnya.

Komaryono juga menyerukan agar aparat penegak hukum, termasuk Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengambil sikap terhadap perencanaan rehab Pasar Kawak.

Kritik ini muncul di tengah fokus MAKI terhadap proyek-proyek pembangunan yang diduga sarat dengan korupsi. Indikasi penyimpangan keuangan negara itu termasuk proyek Daerah Aliran Sungai DAS (DAS) Ampal di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Fiber Teknologi Nusantara (FTN) di Jawa Timur.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang di Pasar Kawak Kota Madiun mengeluhkan ketidaknyamanan berdagang, terutama di los daging dan ikan, karena tidak adanya saluran pembuangan air.

Proyek rehab Pasar Kawak diharapkan dapat meningkatkan aktivitas jual-beli dan menghidupkan kembali roda perekonomian di pasar tradisional tersebut. Dana sekitar Rp2,5 miliar telah dialokasikan dari APBD Kota Madiun tahun 2023 untuk renovasi pasar tersebut. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gempa Pacitan, 11 Kereta Api di Daop 7 Madiun Sempat Dihentikan Operasi
Longsor Galian Tanah di Magetan Tewaskan Pekerja, Polisi Lakukan Olah TKP
Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Sarangan–Cemorosewu, Polisi, BPBD, dan Warga Bergerak Cepat Buka Akses
Pasca OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Diperiksa Sembilan Jam di Polres Madiun
Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK 
Ini Daftar Delapan Sepeda Motor yang Terperosok ke Telaga Sarangan 
8 Sepeda Motor Wisatawan Terperosok ke Telaga Sarangan Akibat Jalan Longsor
115 Kali Sosialisasi Digelar, KAI Daop 7 Madiun Klaim Tekan Risiko Kecelakaan Perlintasan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:24 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Dukung Penguatan Peran PPL untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:52 WIB

Dua Raperda Non-APBD Disahkan, DPRD–Bupati Madiun Perkuat Modal dan Payung Hukum BPR

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:20 WIB

Longsor Galian Tanah di Magetan Tewaskan Pekerja, Polisi Lakukan Olah TKP

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:32 WIB

Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Sarangan–Cemorosewu, Polisi, BPBD, dan Warga Bergerak Cepat Buka Akses

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:56 WIB

Berdayakan Umat di Era Digital, Rumah Mukmin Peduli Gelar Pelatihan TikTok Affiliate Berbasis AI

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:20 WIB

Ini Daftar Delapan Sepeda Motor yang Terperosok ke Telaga Sarangan 

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:37 WIB

8 Sepeda Motor Wisatawan Terperosok ke Telaga Sarangan Akibat Jalan Longsor

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:49 WIB

Bobol Toko Emas Rp1 Miliar, Komplotan Spesialis Lintas Kota Diringkus Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru