MAKI Bentuk Tim Investigasi Soroti Dugaan Ketidaknetralan Sejumlah Kades dan ASN dalam Pilkada Kabupaten Madiun

- Editorial Team

Jumat, 25 Oktober 2024 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal MAKI, Komaryono.

Sekretaris Jenderal MAKI, Komaryono.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyoroti dugaan ketidaknetralan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa (Kades) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Madiun 2024.

MAKI mendesak agar ASN dan kepala desa menjaga sikap netral selama proses pilkada berlangsung.

Sekretaris Jenderal MAKI, Komaryono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim investigasi menyusul adanya laporan terkait beberapa Kades yang diduga tidak netral dan telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada indikasi bahwa beberapa kepala desa tidak netral dalam proses pilkada kali ini. Kami akan menyelidiki lebih lanjut alasan di balik ketidaknetralan tersebut,” ujar Komaryono pada Kamis (24/10/2024).

Selain itu, Komaryono juga mempertanyakan netralitas ASN, mengingat para Kades berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). “Kami juga mempertanyakan netralitas ASN, karena kepala desa bernaung di bawah PMD,” tambahnya.

Tak hanya itu, MAKI turut menyoroti potensi penyalahgunaan anggaran desa yang bisa saja digunakan untuk kepentingan politik dalam pilkada.

Menurut Komaryono, ada dua sumber utama anggaran desa, yakni Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Bupati, yang patut diawasi penggunaannya.

“Kami tengah menelusuri apakah ada penyalahgunaan anggaran desa, baik dari Dana Desa maupun BKK Bupati. Apakah anggaran tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya?” kata Komaryono.

Saat ini, investigasi masih berjalan untuk menelusuri potensi penyelewengan penggunaan anggaran BKK Bupati. Jika ditemukan bukti penyimpangan, MAKI berkomitmen akan membawa kasus ini ke ranah hukum, terutama terkait tindak pidana korupsi.

“Jika terbukti ada penyimpangan anggaran desa maupun BKK, kami tidak akan segan-segan melaporkannya sebagai tindak pidana korupsi,” tegas Komaryono. (ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk di Bawah Jembatan Reksogati Ring Road Kota Madiun
Kejari Kabupaten Madiun Kawal Penetapan Wali Dua Anak di Bawah Umur, Pastikan Hak Hukum Anak Terlindungi
Sambut Suran Agung 2026, TMJI Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim dan Panjatkan Doa bagi Bangsa
Diduga Tersangkut Truk Tebu ODOL, Kabel Listrik Putus Picu Pengendara Motor Tewas
Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun
Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun
Viral di Medsos, Video Atap Ruang Kuliah Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun Ambrol Saat Hujan Deras

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru