![]() |
| Ilustrasi beras. Foto:freepik.com |
NEUMEDIA.ID, MADIUN – Pemerintah
Kabupaten Madiun, Jawa Timur bersama Perum Bulog setempat telah menggelar
operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beras yang terus merangkak naik
sejak beberapa waktu terakhir. Penyebabnya dinilai dampak dari masa puncak El
Nino tengah berlangsung sehingga produksi padi petani menurun.
Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha
Mikro (Disperdagkop-UM) Kabupaten Madiun harga beras jenis premium rata-rata di
pasaran setempat per hari ini, Rp 13.500
per kilogram. Sedangkan harga beras jenis medium Rp 11.500 per kilogram.
“Operasi pasar sebagai dampak kenaikan harga beberapa hari
ini telah kami gelar di Desa Pacinan, Kecamatan Balerejo pada tangal 3 Agustus
lalu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Hendah
Dwi Wijayani, Senin, 4 September 2023.
Menurut dia, operasi pasar juga
bakal digelar di sejumlah desa yang lain. Ini dilakukan setelah melihat hasil
survey antara Disperdagkop, Bulog dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah tentang
tingkat kebutuhan dan stok beras di suatu wilayah. “Operasi pasar dengan Bulog
sifatnya kondisional,” ujar Hendah.
Disinggung tentang stok beras di
pasaran, ia menyatakan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Adapun
jumlahnya sekitar Rp 10 ton rata-rata per hari yang merupakan hasil pengecekan
petugas Disperdagkop-UM di sejumlah pasar tradisional.
Sementara itu, Buyung Nasution,
salah satu pemilik usaha penggilingan padi menyatakan bahwa dirinya tidak
terlalu memusingkan kenaikan harga beras. Sebab, pasokan gabah dari wilayah
Kecamatan Nganjuk tetap tersedia.
Buyung menerima kiriman dari
pedagang asal Nganjuk dalam 3 – 4 hari dengan jumlah 1 hingga 1,5 ton. “Sekarang
pengiriman dan penjualan tetap lancar. Saya menyesuaikan harga saja. Kalau
harga gabah naik, saya jual berasnya juga naik yang penting masih dapat untung
sedikit-sedikit,” ujar dia ditemui di tempat usahanya di Dusun Sumbersoko,
Desa/Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. (ofi)







