Antisipasi El Nino, Petani di Madiun Siapkan Modal Tambahan

- Editorial Team

Rabu, 19 Juli 2023 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ilustrasi petani menanam padi. Foto:freepik.com

NEUMEDIA.ID, MADIUN – Sejumlah petani di Kabupaten Madiun, Jawa
Timur mulai
ketar-ketir saat memasuki
masa tanam pada MK (musim kemarau) II. Mereka khawatir tanaman padi yang baru
ditanam tidak bisa dipanen secara maksimal sekitar tiga bulan mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, biaya produksi yang
dibutuhkan dipastikan lebih banyak dibandingkan dengan masa tanam musim hujan
(MH) maupun MK I. Sebab, mereka harus terbebani biaya irigasi dengan sistim
bergilir dari sumur pompa dalam yang berada di kawasan lahan sawahnya.

Sutikno, salah satu petani di
Dusun Batu, Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan memprediksi biaya produksi untuk
menggarap sepetak lahannya mencapai Rp 13 juta pada MK II ini. Nominal itu
lebih banyak Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam MK I (Mei) lalu.

“Karena airnya harus beli harga,
dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia, Rabu, 19 Juli 2023.

Prediksi biaya itu belum termasuk
kemungkinan rusaknya tanaman akibat anomali cuaca akibat El Nino yang puncaknya
pada Agustus hingga September mendatang. Bila fenomena alam itu terjadi, maka
biaya yang dikeluarkan jauh lebih banyak lantaran untuk mencukupi kebutuhan air
dan pupuk bagi tanaman padinya.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan
Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun, Suharno menyatakan bahwa mayoritas petani
sudah mempersiapkan diri menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana
mengajukan permohonan ke pemerintahan desa masing-masing untuk menerbitkan
surat keterangan pembelian solar bersubsidi ke stasiun pengisian bahan bakar
umum (SPBU).

Solar itu akan untuk digunakan
mengoperasionalkan mesin pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan
persawahan mereka. Rencana itu muncul karena sumur pompa dalam yang menggunakan
energi listrik untuk operasionalnya berjumlah terbatas.

“Hanya 200 sampai 300-an
(se-Kabupaten Madiun). Padahal idealnya ada ribuan (sumur pompa dalam),” ujar
Suharno.

Ia menambahkan, pembelian solar
bersubsidi tetap tidak dapat dilakukan di SPBU karena terbentur regulasi, maka
petani akan menjalankan cara lain. Pembelian salah satu jenis BBM itu akan
menggunakan mobil bermesin diesel. “Lalu, akan dikuras untuk mesin diesel sumur
di sawah,” ucapnya. (ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fuso Dipo Madiun Pererat Kemitraan Lewat Buka Puasa Bersama Pelanggan
Barongsai Meriahkan Imlek di Stasiun Madiun, Penumpang Mengaku Kaget dan Terhibur
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan hingga H-4, Daop 7 Madiun Catat 19.110 Pelanggan
KAI Daop 7 Madiun Gandeng Taruna PPI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Waspada Cuaca Ekstrem, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Jalur dan Prasarana
115 Kali Sosialisasi Digelar, KAI Daop 7 Madiun Klaim Tekan Risiko Kecelakaan Perlintasan
Libur Nataru, Lebih dari 280 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api di Wilayah Daop 7 Madiun 
Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:54 WIB

Satlantas Polres Madiun Sediakan Playground dan Bengkel Gratis di Pos Pelayanan untuk Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:38 WIB

Pembiasaan Sholawat Pagi di SDN Krokeh, Ciptakan Siswa Tenang Belajar dan Santun Bersikap

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:40 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Dorong Percepatan Reaktivasi 26 Ribu Peserta PBI JK

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:39 WIB

DPRD Kabupaten Madiun Gelar Paripurna, Agenda Penyampaian Nota Bupati atas LKPJ TA 2025

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:34 WIB

Dua Raperda Disahkan, DPRD–Bupati Madiun Siapkan Iklim Investasi dan Perkuat Perlindungan Pasar Rakyat

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:46 WIB

Dinkes Kabupaten Madiun Tanggapi Sorotan Praktisi PBJ, Tegaskan Perencanaan Masih Berproses

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:35 WIB

MBG di SDN Kota Madiun Ini Dipertanyakan, Anggaran Rp10 Ribu per Porsi Dinilai Tak Sejalan dengan Menu

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:08 WIB

PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka

Berita Terbaru