Kebocoran Pariwisata di Bali, Ini Indikatornya Menurut Pakar

- Editorial Team

Sabtu, 10 Juni 2023 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ungasan Bali. Sumber : instagram.com/ _ bali_adventures_

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NEUMEDIA.ID – Sejumlah daerah di Indonesia menjadi tujuan wisata internasional. Pelancong dari luar negeri berdatangan untuk menikmati keindahan alam, budaya, seni, kuliner, dan sebagainya. Salah satu yang selama ini menjadi jujugan adalah Bali.

Seiring dengan itu, pundi – pundi uang dari Pulau Dewata juga mengalir ke pihak asing. Fenomena ini lantas disebut sebagai kebocoran pariwisata. Ini seperti yang terjadi dalam pengelolaan Hotel Bintang 4 dan 5. Tingkat kebocorannya di atas 50 persen.

“Terutama untuk hotel internasional yang dibanggakan,” ucap Myra P.Gunawan, Pakar Perencanaan Pariwisata dalam diskusi yang diunggah Di channel YouTube Neraca Ruang, Selasa 23 Mei 2023.

Kondisi serupa juga terjadi dalam pengelolaan hotel berkelas lebih rendah. Tentunya, tingkat kebocorannya tidak sebanyak pada Hotel Bintang 4 dan 5. “Tidak pernah dihitung yang dihitung kan cuma devisa. Bocornya nggak pernah dihitung,” ujar Myra yang dikutip Neumedia.id pada Sabtu, 10 Juni 2023.

Ia lantas menjelaskan variabel dari kebocoran perekonomian bidang pariwisata. Ini seperti jajaran manajemen hotel, minuman beralkohol, bumbu, hingga sausdan produk yang didatangkan dari luar negeri. 

“Sekarang sudah lebih baik,” ucap perempuan yang menjadi perintis studi kepariwisataan di Institut Teknologi Bandung ini.

Variabel kebocoran yang lain tentang peran ganda turis asing. Selain berwisata, mereka juga bekerja selama di Bali. Warganet dinyatakan Myra menyebut sebagai penyerobotan lapangan kerja.

Dalam orasi ilmiahnya, Guru Besar Universitas Udayana Bali IGA Suryawardani menyatakan hal serupa. Penelitiannya mengenai Tourism Leakage di sektor akomodasi di Kuta, Sanur, Nusa Dua menyebutkan bahwa kebocoran tertinggi pada chain Hotel Bintang 4 dan 5 sebesar 55,3 persen.

Kemudian, diikuti non-chain hotel bintang 4 dan 5 sebesar 15,7 persen. Sumber kebocoran tertinggi dinyatakan berasal dari impor minuman beralkohol sebesar 64,1 persen, impor produk makanan dan bahan makanan 20,5 persen dan tenaga kerja asing pada akomodasi pariwisata Bali.(*/uma/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Investasi untuk Generasi Sehat
Didampingi 11 Parpol Koalisi, Maidi-Panuntun Resmi Daftar ke KPU Kota Madiun
Silpa Hingga Rp172 Miliar, Begini Respon FGNS dan FKB DPRD Kabupaten Madiun
Tuban Diguncang Gempa 6.0 M
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang Masuk Kejadian Berkategori Berat
Kecelakaan Kereta Api Terus Berulang, Menhub Tegaskan Aspek Keselamatan Paling Utama
Bus New Shantika Terjun Bebas dari Jalan Tol di Pemalang, Dua Meninggal di Lokasi Kejadian
Cegah Korban Saat Cuaca Ekstrem, Perhutani Tutup Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu

Berita Terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 19:01 WIB

Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun FiberCo, Perkuat Tulang Punggung Digital Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:12 WIB

Ada Nyata di Setiap Langkah: Cerita Jaringan Andal Indosat Menopang Nataru

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:03 WIB

Rayakan Hari Ibu dan Dukung UMKM Nataru, KAI Daop 7 Madiun Gelar Fashion Batik dan Bazar di Stasiun

Senin, 22 Desember 2025 - 13:37 WIB

Sambut Nataru, KAI Daop 7 Madiun Percantik Stasiun dengan Ornamen Tematik dan Pojok Baca

Kamis, 18 Desember 2025 - 10:59 WIB

KAI Daop 7 Madiun Siagakan Ratusan Personel dan Kereta Tambahan Hadapi Angkutan Nataru 2025/2026

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:42 WIB

Hadapi Nataru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun Gelar Tes Narkoba Acak untuk Petugas Operasional

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:39 WIB

KAI Daop 7 Madiun Siapkan 65.556 Tiket KA Nataru 

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:04 WIB

Tiga Taruna SMAN 3 Taruna Angkasa Ikuti Studi ke Jepang, Kunjungi Universitas di Tokyo hingga Pelajari Budaya Disiplin

Berita Terbaru