| Apel Gelar Pasukan Aman Suro di halaman Mapolres Magetan.Foto: Humres Magetan |
NEUMEDIA.ID – Aparat kepolisian di wilayah Madiun Raya, Jawa Timur
memperketat pengamanan saat menjelang 1 Muharam dalam penanggalan Islam atau
Suro dalam penanggalan Jawa. Sebab, potensi kericuhan antarperguruan silat
diprediksi meningkat pada momentum tersebut.
Meningkatnya potensi kericuhan
itu karena perguruan silat menggelar tradisi tahunan setiap bulan Suro. Kebiasaan
itu dengan mengerahkan massa berjumlah banyak dari beberapa daerah untuk menuju
ke Kota Madiun.
Oleh karena itu, lebih dari 500
personel Polres Magetan disiagakan dalam pengamanan perayaan Tahun Baru Islam. Petugas
melarang konvoi kendaraan roda dua oleh para anggota perguruan silat yang
mengikuti tradisi tahunan.
Untuk mobilisasi pesilat dihimbau
menggunakan kendaraan roda empat tertutup. Atribut perguruan silat dipakai di
lokasi kegiatan dan tidak di jalan umum maupun tempat publik. Hal ini merupakan
bagian dari kesepakatan pengurus perguruan silat, kepolisian, dan pihak terkait
lainnya.
“Kami berharap kegiatan selama
bulan Suro ini dapat berjalan aman, tertib, serta jangan dikotori dengan
perbuatan yang dapat menimbulkan konflik antarmasyarakat,” kata Kapolres
Magetan AKBP Muhammad Ridwan saat apel gelar pasukan Aman Suro di halaman
Mapolres Magetan, Selasa, 18 Juli 2023.
Ajakan menjaga keamanan,
ketertiban itu berslogan ‘Sing Akur Kabeh Dulur. “Meskipun kita berbeda namun
sesungguhnya kita adalah saudara, untuk itu mari kita ciptakan situasi wilayah
Magetan tertib, aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Magetan
Suprawoto mengatakan bahwa apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui
kesiapan personil baik sarana ataupun alat pendukung lainnya. “Sehingga
kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal,” kata dia. (*/fek/ofi)






