| Pesan agar Tragedi Kanjuruhan diusut tuntas. Foto:instagram.com/kontras_update |
NEUMEDIA.ID – Tim
Gabungan Aremania (TGA) dijadwalkan memenuhi undangan dari Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia (Komnas HAM), hari ini, Senin, 24 Juli 2023. Pertemuan itu bakal
membahas tindak lanjut penanganan korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1
Oktober 2022.
Peristiwa itu bermula ketika polisi
menembakkan gas air mata kepada Aremania setelah laga pertandingan Arema Vs
Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga 1 2022. Akibatnya, 135 meninggal
dunia.
Oleh karena itu, TGA berupaya mencari
penyelesaian dari Tragedi Kanjuruhan secara adil dan transparan. Tim
investigasi sebagai kelompok kerja independen dikirim dalam pertemuan dengan
Komnas HAM.
“Untuk meneruskan dan menyampaikan
harapan para keluarga korban yang masih belum mendapatkan perhatian serta
penanganan secara layak dan manusiawi” kata Koordinator Tim Gabungan Aremania
Dyan Berdinandri dalam keterangan tertulis yang dikutip Neumedia.id, Senin, 24 Juli 2023.
Dalam hal ini,
pemerintah didesak lebih serius dalam menangani serta memperhatikan masalah
tersebut. Ini seperti yang telah disampaikan oleh TGA dalam pernyataannya
terkait pembatalan status tuan rumah Piala Dunia U20 di Indonesia oleh FIFA.
TGA berkomentar
seharusnya Indonesia lebih tegas dan berkomitmen penuh untuk lebih dulu
menjamin serta menjalankan proses hukum terkait Kanjuruhan.
“Bagi kami ini sudah bukan persoalan
sepak bola atau suporter semata. Ini adalah tragedi kemanusian yang memberikan
dampak buruk bagi kita semua secara umum, khususnya bagi masyarakat Malang Raya”
ujar Dyan.
TGA menegaskan
senantiasa menyuarakan keadilan bagi para korban serta keluarganya. Aremania
menuntut pertanggungjawaban negara dan mendesak perhatian global. “Serta
mencegah tragedi tersebut terjadi kembali di masa depan,” ucap Dyan.
TGA juga mengajak
seluruh elemen masyarakat baik individu maupun kelompok, serta seluruh
organisasi di dunia untuk mendukung upaya mewujudkan Kanjuruhan Memorial
(Monumen Peringatan Tragedi) sebagai dedikasi terhadap para korban. Monumen ini
juga sebagai pengingat tragedi tersebut agar tidak terulang kembali. (ofi)






