Soal Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi, Istana Disebut Panik

- Editorial Team

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi menjamu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta setelah pemungutan suara Pilpres 2024. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi menjamu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta setelah pemungutan suara Pilpres 2024. (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, NEUMEDIA — Pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan Presiden Jokowi di Istana Negara telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai tafsir.

Salah satu pegiat media sosial (Medsos), Lukman Simanjuntak, juga memberikan pandangannya terkait pertemuan tersebut.

Menurut informasi yang berkembang, pertemuan tersebut bermula dari inisiatif Surya Paloh yang mengajukan permintaan agar pertemuan itu terwujud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menanggapi hal ini, Lukman Simanjuntak merasa heran karena Istana terkesan enggan mengakui bahwa yang mengajukan pertemuan sebenarnya adalah Jokowi.

“Kok Istana malu-malu sih mengatakan bahwa yang mau ketemu itu Jokowi?,” ujar Lukman dalam keterangannya, Selasa (20/2/2024).

Baca juga: Ikuti Langkah Ganjar, Anies dan Muhaimin Dukung Wacana Hak Angket DPR untuk Selidiki Kecurangan Pemilu

Lukman menyoroti bahwa pernyataan tersebut dipicu oleh pernyataan langsung dari Jokowi sendiri yang menyatakan keinginannya untuk menjadi jembatan politik bagi semua pihak.

Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya dipicu oleh satu pihak, tetapi merupakan hasil dari komunikasi dan inisiatif dari kedua belah pihak.

“Lah kan Jokowi yang pengen jadi jembatan, bukan Surya Paloh,” tukasnya.

Lukman kemudian berpikir ada kepanikan di kubu istana seiring berjalannya peristiwa Pemilu serentak 2024.

“Saya kok mencium kepanikan, apalagi rekap suara dihentikan KPU,” tandasnya.

Sebelumnya, Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Ari Dwipayana, mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, telah meminta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

Permintaan tersebut menjadi dasar pertemuan antara Jokowi dan Surya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada hari Minggu (18/2/2024).

Ari menjelaskan bahwa Presiden Jokowi merespons permohonan bertemu yang disampaikan oleh Surya Paloh.

Ini menunjukkan bahwa pertemuan tersebut merupakan respons atas permintaan langsung dari Surya Paloh, yang kemudian diterima oleh Jokowi.

Pertemuan antara Surya Paloh dan Jokowi mencerminkan dinamika politik dan hubungan antarpartai yang terjadi di tingkat nasional.

Keterbukaan dan komunikasi antara pimpinan partai politik dan pemerintah menjadi hal yang penting dalam menjaga stabilitas politik dan kesinambungan dalam proses demokrasi.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : fajar.co.id

Berita Terkait

Golkar Siapkan Hari Wuryanto Dua Periode dan Bidik Kursi Ketua DPRD Kabupaten Madiun
PAW, Agus Prayitno Gantikan Ali Masngudi Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun 
Purnomo Hadi Resmi Nahkodai PKB Madiun, Muhtarom Serah Terimakan Aset
PKB Madiun Punya Nahkoda Baru, dr. Purnomo Hadi Terpilih Jadi Calon Ketua Definitif
Menilik Peluang Sejumlah Nama Kandidat Ketua DPRD Magetan dari PKB
Muscab PKB Madiun: Regenerasi Mengalir, Empat Nama Disiapkan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Muhtarom
Tolak Pilkada Tidak Langsung, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Tegaskan Sikap Tegak Lurus Konstitusi
Reses di Mojopurno, Ketua Fraksi PKS Kawal Usulan Pembangunan Pasar Desa 

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:46 WIB

Mobil Tabrak Palang Pintu KA di Kedunggalar, KAI Tegaskan Disiplin Berlalu Lintas

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru