![]() |
| Ilustrasi pemungutan suara. Foto:Freepik.com |
NEUMEDIA.ID – Anak muda
yang lahir pada periode 1995 hingga 2020 (Gen Z) merupakan salah satu kelompok
yang diincar calon kontestan pemilu untuk mendulang suara.
Maka, Chairman CentenialZ, Dino
Ardiansyah menyatakan bahwa Generasi Z juga perlu menjadi bagian dalam
kontestasi politik lima tahunan dengan rasional dan menolak money politics.
“Gen Z punya suara yang sangat
berarti, karena suara Gen Z tidak bisa dibeli,” ujar Dino dikutip dari akun
instagram @centennialz.id, Selasa, 11
Juli 2023.
Oleh karena itu, ia menyatakan
kontestan Pemilu 2024 perlu menggunakan politik yang rasional serta mengangkat
isu-isu yang dekat Gen Z. Isu yang kini menjadi tantangan, seperti tingginya
biaya hidup, akses penunjang karier yang terbatas, dan masalah kesenjangan atau
kemiskinan.
Untuk menyuarakan pentingnya suara kalangan
muda dalam pemilu, CentenialZ menggelar Festival Gen Z 2023 pada Jumat malam
lalu. Sejumlah tokoh hadir dan menjadi pembicara acara itu, salah satunya
Menteri Perdagangan (2020-2022) Muhammad Lutfi.
Menurut Lutfi, tantangan bangsa Indonesia ke depan cukup banyak. Ini seperti meningkatkan
tiga kali lipat PDB perkapita menjadi 12.500 sebelum bonus demografi usai.
Salah satu cara menjawab persoalan ekonomi ke depan
adalah menolak menjual suara pada loket yang salah pada Pemilu 2024.
“Bonus demografi
negara kita akan habis tahun 2038 sampai 2040. Apa yang harus kita kerjakan?
Hanya ada satu, jangan jual suara. Sekali lagi ya untuk Generasi Z sekalian,
jangan jual suara kalian kepada loket yang salah,” jelas Lutfi.
Komisaris
Independen BSI Arief Rosyid Hasan menyebut suara Generasi Z tidak boleh dibeli.
Menurut dia, anak muda mesti tahu diri, tahu membawa diri, dan tahu menempatkan
diri.
“Teman-teman harus
tahu posisi dan bagaimana memaksimalkan apa yang teman-teman miliki,” ucap dia.
(**/ofi)
Diolah dari berbagai sumber







