 |
| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto : Mabes Polri |
NEUMEDIA.ID – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat 3,2 persen atau menjadi 76,4 persen pada Juni 2023. Itu bila dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya atau April 2023 yang angkanya hanya 73,2 persen.
Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang digelar 20-24 Juni 2023, Polri menempati posisi tiga teratas dengan tingkat kepercayaan masyarakat tinggi. Ini setelah TNI dan presiden.
Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa tren kepercayaan publik terhadap Polri berangsur naik. Fenomena ini setelah sempat merosot akibat kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo.
Bahkan, pada September 2022 tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara turun hingga 62,6 persen.
Sedangkan tingkat kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada beda tipis dengan Korps Bhayangkara dengan angka 75,6 persen pada Juni 2023. Menurut Burhanuddin, sejumlah isu negatif yang mendera KPK memengaruhi tingkat kepercayaan publik.
Isu negatif itu di antaranya, dugaan praktik pungutan liar (pungli) di rumah tahanan KPK. Selain itu, dugaan tindak asusila pegawai lembaga antirasuah kepada istri koruptor, dan dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas di internal KPK.
Adapun Kejaksaan Agung menempati posisi paling atas dibandingkan Polri maupun KPK. Tingkat kepercayaan publiknya mencapai 81,2 persen pada Juni 2023.
Sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diketahui sebagai lembaga dengan tingkat kepercayaan publik terendah kedua, hanya 68,5 persen.
Adapun posisi paling buncit ditempati partai politik dengan tingkat kepercayaan publik 65,3 persen. Survei yang dilakukan IPI ini mengambil data dari 1.220 responden dengan metode wawancara tatap muka. (*/uma/ofi)