Polemik Siswa Baru SMPN 2 Dagangan Dicoret, Dispendikbud Madiun Akui Ada Keteledoran Teknis

- Editorial Team

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMPN 2 Dagangan, Kabupaten Madiun yang belakangan viral karena diduga mengeluarkan seorang siswa baru secara sepihak.

SMPN 2 Dagangan, Kabupaten Madiun yang belakangan viral karena diduga mengeluarkan seorang siswa baru secara sepihak.

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya merespons polemik yang menyeruak terkait seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam sistem penerimaan siswa baru.

Ditemui di kantornya, Sekretaris Dispendikbud Kabupaten Madiun, Moch. Hasan, menjelaskan bahwa telah diadakan pertemuan klarifikasi dengan sejumlah sekolah sebagai tindak lanjut polemik SMPN 2 Dagangan pada Kamis (24/7/2025).

Dispensikbud telah mengundang kepala sekolah dari empat lembaga pendidikan, yakni SMPN 2 Dagangan, SMPN 1 Dagangan, SMP Terpadu Al Kautsar, dan SMP PGRI 2 Dagangan. Pertemuan ini dilakukan untuk menelusuri sumber kesalahan yang menimbulkan keresahan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil investigasi mengungkap bahwa siswa tersebut mendaftar ke SMPN 2 Dagangan secara kolektif melalui pihak SD asalnya. Namun, dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) tidak sempat diunggah ke aplikasi PPDB online, karena sempat dibawa pulang oleh yang bersangkutan sebelum proses input selesai. Akibatnya, data siswa tidak masuk dalam sistem resmi penerimaan.

Meski tidak terdaftar secara sistemik, pihak sekolah tetap mengizinkan siswa tersebut mengikuti pra-MPLS hingga pelaksanaan MPLS selesai, karena mengira namanya sudah masuk dalam daftar penerimaan.

“Kesalahan ini baru disadari saat pembagian kelas, di hari kelima kegiatan. Sekolah lalu mengarahkan yang bersangkutan untuk mencari sekolah alternatif,” jelas Sekretaris Dispendikbud Kabupaten Madiun, Moch. Hasan, Kamis (24/7/2025).

Menyadari dampak dari kelalaian ini, Dispendikbud langsung melakukan koordinasi dengan Camat Dagangan, Kepala Desa Ngranget, serta mendatangi langsung rumah orang tua siswa. Dari hasil pertemuan tersebut, diperoleh beberapa kesepakatan, di antaranya :

1. Orang tua siswa telah menerima penjelasan dengan lapang dada dan bersedia anaknya melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Dagangan.

2. Dispendikbud akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme PPDB, termasuk memperketat koordinasi antara operator SD dan SMP.

3. SMPN 2 Dagangan diminta melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari tahap penerimaan siswa baru hingga pelaksanaan MPLS, agar kejadian serupa tidak terulang.

Hasan menegaskan bahwa hak anak atas pendidikan tidak boleh dirugikan karena kelalaian teknis. Pihaknya juga berkomitmen memperbaiki sistem, meningkatkan pengawasan, serta memastikan proses PPDB di masa mendatang lebih transparan, tertib, dan akurat. (ant/red) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir
Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia
3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional
DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas
Bahana Bersahaja di Desa Bener, PLN Nyalakan Listrik Gratis untuk Warga
Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 
Puluhan Siswa SDN 02 Kanigoro Mual hingga Muntah Usai Santap MBG, Sejumlah Guru Ikut Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:49 WIB

Tingkatkan Pemahaman Aturan, Dishub Madiun Bina Juru Parkir

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Pesilat Madiun Mengguncang Belanda, Bawa Nama Kampung Pesilat ke Panggung Dunia

Rabu, 16 September 2026 - 16:12 WIB

3,2 Juta Kg Beras Banpang Tuntas Disalurkan, Bulog Madiun Gaspol Sebelum Tenggat Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 15:28 WIB

DPRD Madiun Ajukan Raperda Inisiatif untuk Fasilitasi Pesantren dan Perlindungan Penyandang Disabilitas

Rabu, 16 September 2026 - 12:06 WIB

Bahana Bersahaja di Desa Bener, Pemkab Madiun Sediakan 33 Layanan, Jalan Putus hingga RTLH Jadi Sasaran Pembenahan 

Jumat, 4 September 2026 - 17:04 WIB

Jangan Asal Serahkan Anak, Pemkab Madiun Ingatkan Risiko Adopsi Tanpa Prosedur Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban PU Fraksi, DPRD Dalami P-APBD 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Mokondo, Kenalan Lewat Aplikasi Pertemanan Ujung-ujungnya Bawa Kabur Kalung Emas Rp8,5 Juta Milik Perempuan yang Baru Dikenalnya 

Berita Terbaru