![]() |
| Peluncuran lagu ‘Menolak Bungkam’ karya kolaborasi antara AJI Kediri dengan grup musik Sang Saka di aula TIPD Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri, Jumat (29/9/2023). |
NEUMEDIA.ID, KEDIRI – Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Kediri menyuarakan kebebasan pers melalui lagu berjudul ‘Menolak
Bungkam’. Karya yang merupakan hasil kerja bareng AJI Kediri dengan grup musik Sang
Saka itu diluncurkan di aula TIPD Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri,
Jumat (29/9/2023).
Tema yang diangkat dalam lagu ini
tentang situasi kebebasan pers di Indonesia yang tak kunjung membaik dan
kontraproduktif meski reformasi sudah berusia 25 tahun.
Ketua AJI Kediri Danu Sukendro mengungkapkan,
‘Menolak Bungkam’ merupakan wujud keresahan atas memburuknya situasi kebebasan
pers di Indonesia. Dia beberapa kali mendiskusikan secara intens dengan Ivanka,
vokalis Sang Saka.
“Sebelumnya, Sang Saka membuat
lagu menyuarakan demokrasi yang masih tanpa judul. Saya akhirnya mengubah
liriknya, spesifik mengangkat kebebasan pers. Kami sepakat memberi judul
‘Menolak Bungkam’,” kata Danu dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Neumedia.id,
Minggu (1/10/2023).
Menurut dia, lirik lagu ‘Menolak
Bungkam’ menggambarkan tentang tingginya harapan kebebasan pers di awal era reformasi.
Namun realitanya, impian itu tak seperti yang dibayangkan. Jurnalis masih
banyak yang menjadi korban kekerasan dan dikriminalisasi.
Data advokasi AJI Indonesia mencatat
kekerasan terhadap jurnalis sebanyak 1020 kasus yang terhitung sejak tahun 2006
hingga September 2023. “Sampai dengan bulan ini (September) terdapat 69 kasus,
ini meningkat dibanding tahun 2022, sebanyak 61 kasus,” kata Danu.
Maka, lagu ‘Menolak Bungkam’ juga
menyoroti aturan-aturan yang membelenggu kebebasan berpendapat. Selain UU ITE,
pemerintah dan DPR melahirkan revisi KUHP yang pasal-pasalnya menjegal
kebebasan berpendapat. Survey Indikator Politik pada tahun 2022, menurut Danu,
terdapat 64,9 persen responden yang takut untuk mengemukakan pendapat.
“Mereka, para penguasa sengaja menciptakan
ketakutan-ketakutan, sehingga bisa menciptakan ruang gelap yang memungkinkan
terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Itu yang harus kita lawan. Kata ‘Lawan’ di
akhir lagu itu muncul dari Sang Saka yang semakin saya kuatkan.” ujarnya.
Menurut Danu, kebebasan pers
merupakan amanat reformasi. Publik perlu tahu tentang pentingnya kebebasan pers
bagi demokrasi serta aktivitas jurnalis yang bekerja untuk memenuhi hak publik
untuk tahu (public right to know). Hak untuk tahu tak bisa diperoleh masyarakat,
jika kebebasan pers terbelenggu. Hal ini, ungkap jurnalis televisi swasta, yang
perlu disuarakan.
“Sebelumnya, kami kerap
berkolaborasi dengan komunitas untuk menyuarakan kebebasan berekspresi dengan
diskusi, puisi dan teater. Musik juga sangat efektif menyentuh berbagai lapisan
masyarakat. Karakter vokal dan aransemen musik ‘Menolak Bungkam’ ini sangat
luar biasa,” pujinya.
Sementara itu, Ivanka, vokalis
Sang Saka menyatakan bahwa ide lagu dengan tema kebebasan pers itu direncanakan
sejak dua tahun silam. Namun, baru bisa dieksekusi pada pertengahan tahun ini.
Selama ini, dia kerap memperoleh ide dari keresahan kawan-kawannya.
“Dari beberapa kali diskusi
dengan ketua AJI Kediri di forum komunitas, saya mendapatkan wacana
pembelengguan demokrasi yang harus kita lawan,” ujarnya.
Ivanka sempat membuat lirik yang
akhirnya direvisi oleh Danu disesuaikan dengan tema kebebasan pers dan
dirangkai dalam nada-nada. Dengan bantuan sejumlah teman, lagu ‘Menolak
Bungkam’ akhirnya tuntas direkam di studio dengan durasi 5 menit pada awal
Agustus 2023.
“Saya harap lagu ‘Menolak
Bungkam’ ini dapat memberikan semangat pada insan pers di Indonesia untuk
melawan pembelengguan terhadap kebebasan pers,” tegas Ivanka.
Ivanka juga mengisahkan tentang
upaya pembungkaman yang dialaminya karena membawakan lagu kritis. Seperti kanal
YouTube-nya yang di-banned. Dia juga pernah mengalami, tiba-tiba sound
systemnya macet saat menyanyi di depan politisi di sebuah kota.
“Saya nggak menyerah, kita harus
melawan pembungkaman ini dan saya konsisten menyuarakan keresahan-keresahan
dalam lagu. Dukungan dari ibu dan bapak yang membuat saya semakin bersemangat,”
ujarnya. (*/ofi)







