Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Segera Dimulai: Dua Dapur Siap Beroperasi

- Editorial Team

Jumat, 2 Mei 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cek kesiapan dua dapur MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (2/5/2025)

Cek kesiapan dua dapur MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (2/5/2025)

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto, segera terealisasi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dua dapur MBG yang berlokasi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, telah siap beroperasi menyajikan ribuan porsi makanan sehat setiap harinya, dan dijadwalkan mulai memproduksi makanan pada bulan Mei ini.

Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP Taskin RI), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa kedua dapur tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya tidak hanya untuk menangani persoalan kemiskinan, tetapi juga untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

“Dua dapur sudah siap beroperasi bulan ini. Ke depannya, total akan ada enam dapur MBG yang dibangun di Sidorejo—empat di Dusun Kalilumbu, satu di Penjalinan, dan satu lagi di Balungsari,” ungkap Nanik dalam acara peluncuran di Kalilumbu, Jumat (2/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP Taskin RI), Nanik S. Deyang.

Setiap dapur ditargetkan mampu memproduksi 3.000 hingga 3.500 porsi makanan sehat setiap hari. Penerima manfaat mencakup siswa dari tingkat taman kanak-kanak hingga SMA, para santri pondok pesantren, balita, serta ibu hamil dan menyusui yang berdomisili di Kecamatan Kebonsari dan sebagian wilayah Geger.

Lebih dari sekadar pemenuhan gizi, program ini juga diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Satu dapur bisa menyerap hingga 47 tenaga kerja dari warga sekitar. Selain itu, petani, peternak, dan pelaku UMKM akan dilibatkan sebagai penyedia bahan baku makanan,” ujar Nanik.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia menilai bahwa MBG memiliki efek berlapis yang sangat positif. “Program ini bukan hanya tentang pemenuhan nutrisi, tapi juga menjadi alat pemberdayaan ekonomi desa. Para pelaku sektor pertanian dan peternakan bisa terlibat langsung dalam rantai pasoknya,” jelas Hariwur, sapaan akrab Bupati Madiun.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan program Sekolah Rakyat sebagai upaya lanjutan untuk membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mendapatkan akses pendidikan layak. “Ketika akses pendidikan terbuka, maka peluang memutus rantai kemiskinan dari hulunya semakin besar,” tambahnya.

Diperkirakan, setidaknya 36 dapur MBG dibutuhkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Madiun. Proses pemetaan lokasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan keamanan operasional.

Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Suardi Samiran, turut menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) ke setiap dapur. “Setiap unit dapur akan didukung oleh tiga tenaga SPPI: kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan. Target kami, seluruh dapur sudah berjalan optimal pada pertengahan Mei,” ujarnya.

Untuk menjaga kelangsungan pasokan, bahan pangan tidak hanya akan diambil dari Kabupaten Madiun, tetapi juga akan didatangkan dari daerah sekitar seperti Ponorogo dan Magetan. Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan dan keberlanjutan program dalam jangka panjang. (ant/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Raperda Disahkan, DPRD–Bupati Madiun Siapkan Iklim Investasi dan Perkuat Perlindungan Pasar Rakyat
Dinkes Kabupaten Madiun Tanggapi Sorotan Praktisi PBJ, Tegaskan Perencanaan Masih Berproses
PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka
Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Bagi Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Simpang Jogobayan
Refleksi Setahun Kepemimpinan, Bupati–Wabup Madiun Pilih Sahur Sederhana untuk Tegaskan Arah Pembangunan
2.700 Guru dan Kepala SD di Madiun Digembleng Bimtek, Kampung Pesilat Indonesia Jadi Kokurikuler Wajib 
Insiden Maut di Rel Ganda Bancong, Daop 7 Klaim Tak Ada Kelalaian KAI dan Petugas Perlintasan dari Dishub Madiun
Terekam CCTV, Pria di Madiun Tewas Tertemper KA Jayakarta Diduga Sengaja Masuk Rel

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:34 WIB

Dua Raperda Disahkan, DPRD–Bupati Madiun Siapkan Iklim Investasi dan Perkuat Perlindungan Pasar Rakyat

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:46 WIB

Dinkes Kabupaten Madiun Tanggapi Sorotan Praktisi PBJ, Tegaskan Perencanaan Masih Berproses

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:08 WIB

PBJ Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Potensi Temuan Audit hingga Pidana Mengemuka

Senin, 23 Februari 2026 - 21:20 WIB

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Bagi Takjil dan Edukasi Tertib Lalu Lintas di Simpang Jogobayan

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:47 WIB

2.700 Guru dan Kepala SD di Madiun Digembleng Bimtek, Kampung Pesilat Indonesia Jadi Kokurikuler Wajib 

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:37 WIB

Insiden Maut di Rel Ganda Bancong, Daop 7 Klaim Tak Ada Kelalaian KAI dan Petugas Perlintasan dari Dishub Madiun

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:35 WIB

Terekam CCTV, Pria di Madiun Tewas Tertemper KA Jayakarta Diduga Sengaja Masuk Rel

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:35 WIB

Hadir di Bahana Bersahaja, PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun Siap Jaga Layanan Optimal Saat Ramadhan

Berita Terbaru