MADIUN, NEUMEDIA.ID – Sejumlah pedagang Pasar Baru Caruban mengeluhkan kondisi pasar yang semakin memprihatinkan.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Bupati Madiun Hari Wuryanto saat melakukan pantauan stok dan harga pangan menjelang Idulfitri, Rabu (12/3/2025).
Ketua Paguyuban Pasar Baru Caruban Muhammad Danan Puja Murjoko menuturkan bahwa kondisi fisik pasar sudah lama mengalami kerusakan, terutama atap yang bocor saat hujan.
Selain itu, minimnya penerangan di dalam pasar membuat aktivitas jual-beli menjadi kurang nyaman.
“Panjenengan bisa mirsani (Anda bisa lihat) sendiri, trocoh (bocor) di mana-mana. Dari 1.200 kios yang ada, hanya sekitar 250-an yang masih aktif. Itu pun banyak yang tutup karena sepi pembeli,” ujar Danan.
Dia menambahkan, selama ini tidak ada perawatan yang memadai dari pemerintah daerah. Terakhir, perbaikan dilakukan pada Februari 2024 dengan pengaspalan atap, tetapi hanya sebagian kecil yang diperbaiki dan akhirnya tetap bocor.
Selain kondisi pasar yang kurang layak, para pedagang juga mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli. Menurut Danan, pasar tradisional semakin tergerus oleh toko modern seperti Indomaret, Alfamart, dan swalayan lain yang semakin marak di Caruban.
“Pasar ini sepi karena banyaknya persaingan. Orang-orang sekarang lebih memilih belanja online atau ke swalayan. Kalau pemerintah optimis pasar ini akan ramai, tapi wong cilik (pedagang kecil) mikirnya ya untuk makan besok saja,” katanya.
Sa’diyah (70), salah satu pedagang baju mengaku kondisi pasar sangat berbeda dibandingkan dulu. “Kalau dulu, apalagi menjelang Lebaran, setiap hari bisa dapat jutaan. Sekarang, sehari bisa tidak ada pembeli sama sekali,” ujarnya.
Sa’diyah berharap pemerintah daerah bisa mencari solusi agar pasar kembali ramai, misalnya dengan menyediakan angkutan murah dari desa-desa sekitar ke pasar. (ant/ofi)






