Pedagang Pasar Baru Caruban Keluhkan Atap Bocor, Begini Respon Kadisdagkop UM

- Editorial Team

Jumat, 14 Maret 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan, ditemui di kantornya, Rabu (12/3/2025)

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan, ditemui di kantornya, Rabu (12/3/2025)

MADIUN, NEUMEDIA.ID – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan angkat bicara tentang minimnya perawatan Pasar Baru Caruban yang dikeluhkan para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam melakukan perbaikan menyeluruh.

Indra menegaskan bahwa pemeliharaan pasar memang menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya. Tetapi, skalanya kecil, seperti perbaikan talang air atau perawatan rutin lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kerusakan besar seperti kebocoran atap yang membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 miliar bukan kewenangan dari Disdagkop UM, namun ranah dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Untuk pemeliharaan kecil, kami tetap bertanggung jawab. Tapi kalau perbaikannya besar, seperti kebocoran yang membutuhkan biaya hingga Rp1 miliar, itu harus diusulkan ke PU. Kami sudah mengajukan, tetapi realisasinya tergantung kebijakan anggaran daerah,” jelas Indra.

Penerangan Pasar dan Kesadaran Pedagang

Selain masalah atap bocor, pedagang juga mengeluhkan kurangnya penerangan yang memaksa mereka untuk iuran mandiri demi membeli lampu.

Indra membenarkan bahwa alokasi anggaran untuk penerangan pasar masih terbatas dan memerlukan refocusing agar dapat diprioritaskan.

Ia juga mengingatkan pedagang untuk tidak melakukan perbaikan listrik secara mandiri tanpa mengikuti standar keamanan. Ia mencontohkan kasus di Pasar Dungus, di mana pedagang melakukan perbaikan sendiri sehingga berisiko terhadap keselamatan.

“Kami sudah sering mengingatkan agar pedagang tidak sembarangan memperbaiki listrik sendiri karena ada standar teknis yang harus dipenuhi. Kesalahan instalasi bisa berakibat fatal, seperti kebakaran yang pernah terjadi di beberapa kios,” tegasnya.

Anggaran Pemeliharaan Dinilai Minim

Indra mengakui bahwa anggaran perawatan pasar yang tersedia sangat terbatas. Tahun ini, Pemkab Madiun hanya mengalokasikan sekitar Rp300 juta untuk pemeliharaan 20 pasar di wilayahnya, jumlah yang dinilai jauh dari kebutuhan ideal.

“Anggaran pemeliharaan Rp300 juta untuk 20 pasar jelas sangat minim. Kami harus membaginya dengan sangat hati-hati. Sering kali, perbaikan hanya bisa dilakukan sebagian, sehingga masih ada bagian lain yang tetap bocor,” ujarnya.

Terkait usulan perbaikan besar di Pasar Baru Caruban, Indra menyebut bahwa pihaknya telah mengajukan ke dinas terkait dan masuk dalam perencanaan. Namun, pelaksanaan perbaikan tetap bergantung pada alokasi anggaran yang tersedia di tahun mendatang.

Dengan berbagai keterbatasan ini, pemerintah daerah berharap pedagang bisa lebih memahami kondisi anggaran yang ada, sembari tetap mengupayakan solusi terbaik untuk meningkatkan kenyamanan dan kelangsungan aktivitas di Pasar Baru Caruban. (ant/ofi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Diduga Tersangkut Truk Tebu ODOL, Kabel Listrik Putus Picu Pengendara Motor Tewas
Diduga Sempat Ditelantarkan, Bayi Laki-laki Ditemukan di Dekat Jembatan Ring Road Kota Madiun
Konvoi Berujung Rusuh, Sembilan Pemuda Diperiksa Usai Aksi Lempari Rumah Warga di Kota Madiun
Viral di Medsos, Video Atap Ruang Kuliah Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun Ambrol Saat Hujan Deras
Polisi Dalami Insiden Bocah Jatuh di RS Hermina Madiun, Dugaan Kelalaian Diselidiki
SBMR Kecam Aksi May Day di Monas, Soroti Nasib Ojol dan PKL di Madiun
Insiden Fatal Bocah Jatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun, Polisi Lakukan Penyelidikan 
Belasan Siswa SDN di Kota Madiun Alami Gejala Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:40 WIB

Syukuri 12 Tahun Perjalanan, Aston Madiun Berbagi Sembako dan Santuni Panti Asuhan Lewat CSR “Gempita Rahayu”

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:56 WIB

Empat Residivis Curanmor Ditangkap, Kapolres Madiun Kota Imbau Perempuan Waspada Kenalan di Aplikasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:19 WIB

Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:40 WIB

BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:30 WIB

Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:43 WIB

Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perizinan Usaha PT JPC di Kota Madiun Disebut Belum Diperbarui

Berita Terbaru