MADIUN, NEUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Madiun mengakselerasi transformasi layanan kesehatan dengan menempatkan RSUD Dolopo sebagai episentrum perubahan sekaligus simpul utama harmonisasi pelayanan kesehatan daerah.
Penegasan itu disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar di aula RSUD Dolopo, Rabu (8/4/2026).
Forum tersebut dihadiri lintas unsur, mulai dari tenaga kesehatan, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, hingga kepala desa. Agenda ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan sekaligus memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis, tetapi juga pendekatan humanis.
“Pelayanan kesehatan harus dibangun dengan empati. Ketika itu hadir, kepercayaan tumbuh dan proses penyembuhan menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa harmonisasi pelayanan kesehatan—mulai dari tingkat desa, puskesmas, hingga rumah sakit—menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat, dan Sejahtera). Integrasi layanan yang selaras diyakini mampu menghadirkan sistem kesehatan yang lebih responsif, merata, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Pemkab Madiun memaparkan kerangka besar penguatan layanan kesehatan yang ditopang lima pilar utama.
Pertama, penguatan layanan primer melalui optimalisasi peran puskesmas serta pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga.
Kedua, peningkatan akses dan mutu layanan dengan penguatan sarana prasarana, pemerataan tenaga kesehatan, serta akselerasi digitalisasi sistem layanan.
Ketiga, integrasi program kesehatan, mencakup penanganan stunting, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta intervensi gizi masyarakat.
Keempat, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penguatan kader kesehatan, dan partisipasi aktif warga.
Kelima, penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan dunia pendidikan, sosial, ekonomi, hingga dukungan dunia usaha melalui skema kemitraan dan CSR.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Dolopo diposisikan sebagai garda depan dalam implementasi reformasi layanan publik yang adaptif dan berorientasi pada pasien, sekaligus motor penggerak harmonisasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Madiun.
Bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur itu menegaskan, rumah sakit daerah harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkeadilan, tanpa meninggalkan sentuhan kemanusiaan.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh.
“Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan parsial. Keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kerja bersama,” tegasnya.
Forum ini diharapkan menjadi titik konsolidasi untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Madiun. Melalui harmonisasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab optimistis visi Madiun BERSAHAJA—bersih lingkungannya, sehat masyarakatnya, dan sejahtera kehidupannya—dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan. (ant/red/adv)






