MADIUN, NEUMEDIA.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun menggelar kegiatan RAM Check kendaraan umum di Terminal Bus Purabaya, Caruban, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Andrian Permana, mengatakan bahwa RAM Check dilaksanakan sebagai langkah preventif menjelang arus mudik Lebaran 2026 sekaligus dalam rangka meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun.
“Hari ini kami melaksanakan RAM Check dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar AKP Andrian di lokasi.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, meliputi sistem pengereman, lampu, ban, hingga perlengkapan darurat. Selain itu, kelengkapan administrasi seperti STNK, SIM, serta dokumen pendukung lainnya juga diperiksa.
“Khusus kendaraan umum seperti bus, kami cek rem, kondisi fisik kendaraan, serta kelengkapan surat-suratnya. Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi, termasuk tes urine, untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu bersama Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta Bapenda. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kepatuhan administrasi kendaraan terpenuhi, termasuk status pajak kendaraan.
AKP Andrian menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran baik administratif maupun teknis, pihaknya akan melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku. Satlantas Polres Madiun juga mengoptimalkan penggunaan sistem tilang elektronik (ETLE) dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026.
“Setiap pelanggaran yang kami temukan akan kami tindak. Penegakan hukum ini bukan semata-mata represif, tetapi sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas,” tegasnya.
Selain bus penumpang, kendaraan angkutan barang seperti truk juga menjadi prioritas pemeriksaan. Pelanggaran seperti lampu tidak berfungsi, kondisi ban tidak layak, hingga sistem pengereman yang bermasalah menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kecelakaan fatal.
Di akhir keterangannya, AKP Andrian mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, untuk tidak hanya mengejar target waktu tempuh, tetapi juga mengutamakan keselamatan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengorbankan keamanan diri sendiri maupun pengguna jalan lain hanya karena ingin cepat sampai. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ant/red)






