MADIUN, NEUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun meningkatkan mitigasi serta kesiapsiagaan prasarana menyusul peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dilakukan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api di tengah potensi hujan lebat dan kondisi cuaca tidak menentu.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan. Untuk itu, KAI Daop 7 melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian di wilayah kerjanya.
“Keselamatan perjalanan KA adalah prioritas utama kami. Kami melakukan mitigasi terukur serta menyiagakan personel di lapangan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem,” ujar Tohari, Kamis (22/1/2025).
Sebagai langkah deteksi dini, KAI Daop 7 melakukan pemeriksaan rutin dan mendalam terhadap jalur rel serta sistem persinyalan agar tetap berfungsi optimal saat hujan. Selain itu, pemetaan ulang titik-titik rawan banjir dan tanah longsor di sepanjang lintas Daop 7 juga terus dilakukan.
KAI Daop 7 turut menjalin sinergi dengan BMKG melalui pemantauan prakiraan cuaca secara real-time. Informasi tersebut dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan operasional, terutama saat kondisi cuaca memburuk.
Di lapangan, sejumlah aksi tanggap darurat telah disiapkan. Di antaranya normalisasi saluran air di sekitar jalur rel untuk mencegah genangan, pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang dan mengganggu perjalanan kereta api, serta penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di titik-titik strategis.
“AMUS ini berisi material seperti pasir, batu balast, dan bantalan rel yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi gangguan akibat cuaca,” jelas Tohari.
Selain aspek operasional, KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau para pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan. Penumpang disarankan datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi hambatan lalu lintas akibat hujan, serta memanfaatkan layanan Face Recognition untuk proses boarding yang lebih cepat.
Sejumlah stasiun besar juga telah dilengkapi fasilitas pengering payung demi menjaga kebersihan dan kenyamanan area stasiun. Pelanggan diminta selalu mematuhi arahan petugas apabila terjadi kondisi tidak normal, baik di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta.
“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas bagi pelanggan meski di tengah tantangan cuaca ekstrem. Personel kami siaga 24 jam di lapangan untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi,” pungkas Tohari. (*/ant/red)






