El Nino Ancam Ketahanan Pangan Nasional

- Editorial Team

Jumat, 21 Juli 2023 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tanam padi. Foto:Freepik.com

 

NEUMEDIA.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
(BMKG) memprediksi anomali cuaca dampak dari El Nino yang mengalami masa puncak
pada Agustus hingga September mendatang. Fenomena ini disebut akan mengurangi
ketersediaan air dan menurunkan produktivitas pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Potensi
itu dapat memengaruhi ketahanan pangan secara nasional. Maka, pemerintah pusat
telah menyiapkan sejumlah rencana untuk menghadapi segala kemungkinan ketika
masa puncak El Nino berlangsung.


Rapat
terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun digelar bersama sejumlah
jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 18 Juli 2023. Salah satu poin-nya,
Badan Pangan Nasional (Bapanas) diminta menyiapkan dan menghitung secara cermat
stok pangan nasional.


Kepala
Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa penyiapan stok pangan nasional
dilakukan dengan penguatan posisi cadangan pangan pemerintah yang mencapai 735
ton dari produksi dalam negeri. Caranya, dengan menaikkan stok bulog menjadi
1,2 juta ton.


Ancaman
krisis pangan itu karena perbedaan kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia.
Di satu tempat dapat saja terjadi kekeringan, namun di daerah lain justru
terjadi banjir atau bencana hidrometeoroloigi.


Maka,
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menghimbau agar masyarakat terus menjaga
lingkungan, mengatur tata kelola air dengan bijak dan beradaptasi dengan pola
tanah yang ada. “Selain itu, memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim
yang terus berubah dari waktu ke waktu sangatlah penting,” ujar dia.


Sementara
itu, El Nino merupakan fenomena pemanasan Mula Laut (SML) di atas kondisi
normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini
meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi
curah hujan di wilayah Indonesia.


Indonesia
terkena dampak El Nino karena adanya Sirkulasi
Walker yang berputar sejajar dengan garis khatulistiwa. Pada kondisi netral, Sirkulasi
Walker di Indonesia berbentuk konvergen (naik), sehingga meningkatkan potensi
pertumbuhan awan konvektif pembentuk hujan.

Sedangkan saat terjadi El Nino, Sirkulasi Walker akan
bergeser karena melemahnya angin pasat timuran. Maka, di wilayah Indonesia
Sirkulasi Walker akan berbentuk subsiden (turun) yang menyebabkan potensi pertumbuhan
awan konvektif berkurang. dengan demikian. curah hujan cenderung berkurang. (**/ofi)

 

Diolah dari berbagai sumber

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BRI Madiun Perkuat Transaksi Digital, Merchant Toko Bangunan Catat Omzet EDC Rp5 Miliar
BRI Madiun dan ASABRI Bekali Pra Purnatugas TNI-Polri Hadapi Masa Pensiun Produktif
AgenBRILink BRI Madiun Tembus Pelosok Desa, Permudah Transaksi Keuangan Warga
Dari Modal Rp10 Juta hingga Omzet Kian Melaju, Kisah Eko Maeran Bangkit Bersama KUR BRI
BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang
BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026
Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan
Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:19 WIB

Aston Madiun Hotel Pererat Sinergi dengan Media Lewat Pool Date Hawaiian Breeze 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:19 WIB

Maknai Idul Adha 2026, BRI BO Madiun Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 24 Sapi dan 26 Kambing Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:40 WIB

BRI BO Madiun Hadirkan Mesin Digital CS, Permudah Pembukaan Rekening Tanpa Antre Panjang

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:41 WIB

BRI BO Madiun Salurkan KUR Rp1,567 Triliun hingga April 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:30 WIB

Peringati Harkitnas dan Milad ke-25, YBM BRILiaN SBO Malang Salurkan Rp7,2 Miliar Dana Kemaslahatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:43 WIB

Rupiah Melemah, Tren Investasi Emas di BRImo Kian Diminati Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perizinan Usaha PT JPC di Kota Madiun Disebut Belum Diperbarui

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:38 WIB

Sengketa Lahan Parkir, PT JPC Digugat Rp5 Miliar 

Berita Terbaru