| Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto:instagram.com/luhut.pandjaitan |
NEUMEDIA.ID – Luhut
Binsar Pandjaitan kembali mendapat tambahan tugas dari Presiden Joko Widodo
(Jokowi). Yang terbaru, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
(Menko Marves) ini ditunjuk menjadi Ketua Satgas Hilirisasi Indonesia dan Papua
Nugini.
Menjadi Ketua Satgas Hilirisasi
Indonesia dan Papua Nugini ini merupakan jabatan kesekian kalinya yang diemban
Luhut. Ini setelah sebelumnya ditunjuk
sebagai Kepala Staf
Kepresidenan (2014–2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan RI (2015–2016), Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman (2016–2019).
Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet Indonesia
Maju (2019–Sekarang), Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk
dalam Negeri (2018-Sekarang). Selain itu, Wakil Ketua Komite Penanganan
Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (2020-Sekarang).
Juga,
Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional (2021-Sekarang), Ketua
Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (2021-Sekarang), Ketua Komite
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (2021-Sekarang), Ketua Dewan Sumber Daya Air
Nasional (2022), Koordinator PPKM Wilayah Jawa-Bali (2021-Sekarang).
Terkait dengan jabatan baru sebagai
Ketua Hilirisasi Indonesia dan Papua Nugini, Luhut menuturkan bahwa Jokowi
bersama dirinya telah melakukan lawatan ke Papua
Nugini (Papua New Guinea/PNG).
Ini
untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dengan fokus di bidang hilirisasi
mineral. Jokowi dan Perdana Menteri James Marape pun sepakat membuat satgas.
Dia
pun menilai positif terjalinnya kerjasama tersebut. Sebab, pemerintah Indonesia
selama ini kurang memberikan perhatian kepada negara tetangga tersebut, padahal
sama kayanya dengan Provinsi Papua.
“Kemarin Presiden
Jokowi sudah menekankan untuk membuat kerja sama dan Presiden segera dengan
Prime Minister-nya PNG juga sepakat membuat task force, di mana task force dari Indonesia, Presiden menunjuk saya jadi ketuanya,” ujarnya di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan yang dikutip Senin, 10 Juli 2023.
Meski program
pengolahan bahan mentah tidak dianggap baik di mata Internasional namun Luhut
mengklaim hal itu dapat menjadi legacy terbaik Presiden Joko Widodo. Hal itu
dapat diteruskan oleh generasi penerus selama 20-50 tahun ke depan.
“Tetapi bagi
saya, inilah legacy terbaik dari Presiden Joko Widodo yang diberikan untuk
generasi penerus bangsa dalam 20 atau bahkan 50 tahun ke depan,” jelas Luhut. (**/ofi)
Diolah dari
berbagai sumber






